#predatoranak#sodomi

Delapan Anak Diperiksa sebagai Saksi Korban Predator Sodomi

Delapan Anak Diperiksa sebagai Saksi Korban Predator Sodomi
Tersangka IS (37), pelaku predator anak, yang diamankan aparat Polresta Bandar Lampung. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung terus memeriksa para saksi terkait perkara predator anak (sodomi) IS (37), warga Bandar Lampung, yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Teranyar, Polresta telah memeriksa tiga anak yang diduga korban asusila pelaku sehingga total sudah ada delapan anak yang dimintai keterangan.

Namun, isu awal yang beredar ada 11 anak yang menjadi korban kebejatan pelaku. "Sudah ada tambahan beberapa saksi, total sudah delapan orang," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Jumat, 13 Oktober 2020.

Dari keterangan pelaku, aparat masih mendalami apakah ada unsur asusila atau perbuatan pidana yang dillakukan pelaku. "Sementara dari saksi terbaru, keterangannya tak jauh beda, diperlihatkan video hingga dipegang bagian tubuhnya oleh pelaku. Jika ada korban lain bisa melapor ke kami," ujarnya.

IS sebelumnya ditangkap pada 6 November 2020 di kediamannya. Dalam pengakuannya, menggunakan kata "monster" sebagai penyebutan alat kelamin para anak atau korbannya ketika hendak merayu atau berbuat asusila. Ia berdalih hal tersebut hanyalah candaan.

"Cuma becanda saja. Saya memang suka sama anak-anak, jadi mereka sering main ke rumah. Saya bercanda saja bilang ini monster nih," ujar IS di Mapolresta Bandar Lampung, Senin, 9 November 2020.

IS mengaku sudah cukup lama mengenal salah satu korbannya yang berinisial A. Namun, dia membantah perbuatan bejatnya. "Cuma saya ajak nonton itu (video porno) saja," kata tukang parkir tersebut.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengatakan IS diancam dengan Pasal 82 UU 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

IS diduga telah melakukan tindakan pencabulan terhadap 11 anak di bawah umur di sekitar rumahnya yang dikuatkan hasil visum yang dilampirkan korban setelah membuat laporan ke Mapolresta. Menurut Resky, dari hasil visum tersebut, satu dari beberapa orang korban mengalami luka di bagian tubuh (anus). "Hasil visum yang kami terima, ada benda tumpul yang menyebabkan luka pada korban," ujar Resky.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait