#galeritapis#pesawaran#tapis

Dekranasda Pesawaran Miliki Aplikasi Pertama di Indonesia 

Dekranasda Pesawaran Miliki Aplikasi Pertama di Indonesia 
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung Riana Sari Arinal saat meresmikan Gedung Galeri Tapis Negerikaton dan me-launching aplikasi ponsel Dekranasda pertama di Indonesia di Jalan Branti Raya, Negerikaton, Pesawaran, Jumat, 18 Okto


PESAWARAN (Lampost.co) -- Dekranasda Pesawaran menjadi yang pertama di Indonesia memiliki aplikasi ponsel Dekranasda. Berbagai fitur terdapat dalam aplikasi tersebut, seperti produksi yang dihasilkan dan transaksi jual beli.  

Aplikasi ini merupakan hasil kerja sama Dekranasda dengan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya (IBI Darmajaya). Masyarakat dapat mengunggahnya melalui play store di gawai sehingga dapat diakses di mana pun dan kapan pun.

"Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa memilih produk yang diinginkan mulai dari kain tapis hingga produk olahan makanan. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur transaksi jual beli dan proses pengirimannya. Dengan adanya galeri ini diharapkan dapat menampung semua jenis tapis dan kerajinan khas daerah lainnya," ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung Riana Sari Arinal saat meluncurkan aplikasi ponsel Dekranasda dan  meresmikan Gedung Galeri Tapis di Jalan Branti Raya, Negerikaton, Pesawaran, Jumat, 18 Oktober 2019. Peresmian Gedung Galeri Tapis ditandai penandatanganan prasasti oleh Ibu Riana Sari Arinal didampingi Ketua Dekranasda Pesawaran Nanda Indira Dendi. 

"Galeri ini sebagai upaya promosi. Bisa pula dilakukan melalui media sosial. Ini juga untuk dapat memancing berbagai kalangan untuk datang ke Galeri Tapis ini," katanya.

Dia mengungkapkan Pesawaran merupakan kabupaten pertama yang mempunyai Galeri Tapis. Lampung memiliki berbagai kerajinan tradisional khas daerah yang telah menembus pasar nasional hingga internasional, salah satunya kain tapis. Selain itu, Pesawaran merupakan kabupaten yang masyarakatnya sebagian kecil menjadi perajin tapis, salah satunya di Desa Negerikaton, Kecamatan Negerikaton dan sudah menjadi sentra kampung tapis.

"Telah banyak wisatawan yang berkunjung ke kampung tapis ini untuk melihat cara pembuatan kain tapis. Kita patut bangga karena kain tapis dibuat dengan keterampilan masyarakat yang tinggi dalam melestarikan kebudayaan daerah. Ini juga menjadi kebanggaan masyarakat Lampung sehingga menjadi ikon pakaian adat Lampung yang wajib untuk dilestarikan generasi selanjutnya," katanya. 

Riana sangat antusias akan perkembangan kain tapis dan produk-produk kerajinan Pesawaran. Ke depan dapat terus ditingkatkan dan diperkenalkan tidak hanya nasional tetapi juga internasional.

Dia berharap dengan keberadaan Galeri Tapis Negerikaton tersebut dapat menunjang dan mendukung sektor pariwisata Pesawaran. "Perlu diingat agar keberadaan galeri ini harus dijaga, dirawat, dan dikembangkan. Tentunya peran pemerintah daerah khususnya Pesawaran untuk menopang kegiatan galeri tapis ini. Dekranasda Pesawaran juga jangan ragu bekerja sama dengan Dekranasda Lampung terutama dalam mengembangkan produk kerajinan daerah," ujarnya.

Ke depannya, Riana mengatakan akan terus berkomunikasi dengan Bank Indonesia, Bank Lampung, dan beberapa BUMN untuk menjadi mitra binaan bagi para perajin di Dekranasda. Sehingga ke depan akan ada nilai lebih untuk para perajin.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Pesawaran Nanda Indira Dendi mengatakan kegiatan ini mendorong dan menumbuhkan para perajin tapis dan industri lainnya di Pesawaran untuk terus berkarya dan menciptakan produk-produk yang inovatif. Dengan diresmikannya Galeri Tapis ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para perajin tapis dan industri lainnya membantu mengenalkan produk-produk yang dihasilkan.

"Galeri Tapis Kecamatan Negerikaton memiliki lokasi yang cukup strategis karena sebagai akses jalur yang dekat dengan Bandara Radin Inten II. Selain itu, Desa Negerikaton merupakan salah satu kampung tapis yang ada di Pesawaran. Perajin tapis di Kecamatan Negerikaton mencapai 273 orang," katanya.

EDITOR

Triyadi Isworo

loading...




Komentar


Berita Terkait