#dekranasda#metro

Dekranasda Metro Kenalkan Kain Warisan Nusantara Lokal

Dekranasda Metro Kenalkan Kain Warisan Nusantara Lokal
Ketua Dekranasda Kota Metro, Silfia Wahdi Naharani menunjukkan kain warisan nusantara lokal dengan program Metro Bangga Beli, Kamis, 19 Agustus 2021. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Dewan Kerajinan Nusantara Daerah (Dekranasda) Kota Metro mengenalkan kain Warisan Nusantara (Wastra) lokal dengan menerapkan program Metro Bangga Beli (MB2). Tidak sedikit hasil kerajinan UMKM di Kota Metro yang berpotensi menjadi primadona. Bahkan, menjadi ikon di Bumi Sai Wawai. Oleh karena itu, tingkat kreativitas para perajin harus dikembangkan lagi. 

Ketua Dekranasda Kota Metro, Silfia Wahdi Naharani, mengatakan, dengan mengumpulkan hasil kreativitas para perajin di Sentra Kreatif Metro (Sekam) dapat menumbuhkan daya beli konsumen. 

"Jadi, kami manfaatkan Sekam agar dapat menjadi pusat kerajinan dan mengundang para konsumen. Tak hanya kain, kami juga mengumpulkan kerajinan kria hingga produk kuliner khas Lampung," ujarnya saat ditemui di Sekam, Kamis, 19 Agustus 2021. 

Silfia menilai, dengan menjadikan Sekam sebagai pusat hasil kreativitas permasalahan ekonomi era pandemi covid-19 dapat terselesaikan. 

"Kami minta juga dipublikasikan dalam pemasaran. Hasil diskusi oleh temen-temen Dekranasda akhirnya ini kami optimalisasi dan membantu para perajin untuk menjajakan produknya," kata dia. 

Baca juga: Perajin Negerikaton di Pesawaran Semangat Pasarkan Kain Tapis

Silfia menjelaskan, saat ini ada tiga kain batik yang harus dikenalkan ke masyarakat. Apalagi ada metodenya baru dalam proses produksinya. 

"Yang terkenal di Kota Metro ini adalah batik ciprat silabi. Batik ini mempunyai cerita lain, dimana pembuat nya merupakan anak berkebutuhan khusus. Tepatnya di SLB kelurahan Hadimulyo Timur. Kemudian batik Sibori yang prosesnya mudah, murah, dan hasilnya indah. Ibu-ibu dari Dharma Wanita juga sudah latihan buat batik sibori. Dan masyarakat juga sudah mulai tahu," ujarnya. 

Silfia menambahkan kini kain Ecoprint yang merupakan olahan dari tumbuhan dikembangkan oleh perajin UMKM di Bumi Sai Wawai. Menurutnya, daun-daunnya yang dipakai itu menghasilkan motif yang unik, dan warna yang didapat adalah warna daun yang alami. Setelah itu, ada proses pengikatan warna. 

Selain memberdayakan perajin UMKM, Pemkot Metro memiliki program Metro Bangga Beli (MB2). Ia juga menyatakan saat hari batik upayakan semua pihak menggunakan batik Metro buatan orang Metro. 

"Nah, saya juga mempromosikannya dengan mengajak semua anggota baik itu PKK, Dharma Wanita, maupun Gerakan Organisasi Wanita (GOW) untuk menggerakkan semua. Bahkan, kemarin dalam rangka HUT Ke-76 RI, kami punya kegiatan namanya Gebyar Cerita Cinta Negeri. Salah satunya virtual On Show dalam negeri," kata dia. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait