#UNILA#FKIP

Dekan FKIP Unila Bakal Jadi Teladan Cegah Korupsi di Fakultasnya

Dekan FKIP Unila Bakal Jadi Teladan Cegah Korupsi di Fakultasnya
Dekan FKIP terpilih periode 2022-2026, Prof Sunyono. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) periode 2022-2026, Prof Sunyono mengatakan, jika kasus Dekan FKIP terpilih sebelumnya Muhammad Basri yang terjaring OTT KPK, itu adalah perbuatan individu.

"Maka itu, kita harus bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," kata dia pascapemilihan Dekan FKIP Unila di Gedung Dekanat FKIP Unila, Selasa, 13 September 2022.

Progam pertama yang akan ia lakukan adalah melakukan komunikasi dengan seluruh civitas akademik, seluruh dosen potensial akan dimintai ide-ide yang akan berkolaborasikan dengan program fakultas. "Agar FKIP Unila ke depan jauh lebih baik kita akan menjalin komunikasi lebih baik bukan hanya dengan para dosen tapi juga seluruh kelembagaan kemahasiswaan," kata dia.

Selain itu, seminggu ke depan pascapelantikan seluruh komponen di fakultas ia ajak berbicara dan berdiskusi terkait program-program yang sudah ia canangkan. “Semua itu guna memberikan masukan-masukan untuk menjalani tugas dan fungsi di fakultas," kata dia.

Untuk mencegah pemberantasan korupsi, menurutnya tidak bisa hanya melalui kata-kata. "Karena saya orang pendidikan maka core pendidikan itu adalah teladan. Jadi bukan instruksi tapi jadi contoh, jadi saya akan memberikan contoh kepada warga saya di FKIP Unila," kata dia.

Dia mengingat pesan Plt Rektor Unila Mohammad Sofwan Effendi untuk menghilangkan sikap friksi di FKIP Unila. "Selama FKIP ada friksi maka FKIP tidak akan berkembang, maka ini yang pertama harus saya lakukan, maka korupsi akan bisa dihindari dan akan bisa diminimalisir, selama kita bisa menjadikan contoh yang baik kepada warganya," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait