#DBD

DBD Melonjak, Puskesmas Imbau Warga Natar Jaga Kebersihan

DBD Melonjak, Puskesmas Imbau Warga Natar Jaga Kebersihan
Tim Puskesmas Branti Raya Kembali Datangi Warga Untuk Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Puskesmas Brantiraya bersama warga Desa Candimas, Natar, Lampung Selatan melakukan kegiatan serentak pemberantasan sarang nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD). Puskesmas setempat mencatat 21 warga terkena DBD dalam satu bulan terakhir. 

Kepala desa Candimas, Andri Suwaldi di lokasi mengatakan, warga sudah sering kali diimbau untuk hidup bersih, barang bekas yang berpotensi tempat nyamuk berkembang biak seger dibersihkan sesuai aturan yang telah dijelaskan oleh tim kesehatan selama ini. 

"Ternyata masih banyak warga yang kurang peduli terhadap lingkungan, hal ini salah satu penyebab selalu muncul kasus baru DBD," ungkap Waldi, Rabu, 16 Februari 2022.

Waldi menjelaskan hampir setiap musim penghujan tim dari puskesmas datang ke desanya untuk sosialisasi mengenai pencegahan DBD. Sebetulnya kata Waldi, jika warga sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk itu dapat dihindari. 

"Masih ada kami temukan warga menyimpan ban bekas kendaraan nah pas hujan terisi air disitu tempat nyamuk berkembang biak," katanya. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Branti Raya, Rosa Resnida mengatakan, hari ini tim puskesmas kembali mengumpulkan warga melakukan sosialisasi dan langsung praktek di lapangan melakukan praktek pemberantasan sarang nyamuk. 

Semoga dengan terus dilakukan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan kasus DBD akan terus berkurang setiap bulannya. "Di awal tahun kami mencatat ada 21 warga di wilayah kerja puskesmas kami yang sakit kerena DBD," kata Rosa. 

Selain Puskesmas Branti Raya, Puskesmas Hajimena mencatat ada 23 warga yang sakit karena gigitan  nyamuk itu. kasus DBD ada 23 orang, 10 orang di Hajimena, 10 orang di desa Sidosari dan orang 3 Pemanggilan," Kata Messi Yunita kepala UPT Puskesmas Hajimena. 

Sementara Puskesmas Sukadamai mencatat diawal tahun 2022 ada dua orang sakit demam berdarah. " Kalau di  Puskesmas Natar mencapai 10 orang tapi data lengkapnya saya tidak ingat, " Kata KUPT Natar, Putra Kurniawan.Febi Herumanika.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait