#blt#bansos

Data Puluhan Calon Penerima BLT di Kampung Umpu Bhakti Way Kanan Diverifikasi

Data Puluhan Calon Penerima BLT di Kampung Umpu Bhakti Way Kanan Diverifikasi
Kakam Umpu Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan, Eva Sofyana saat membagikan BLT kepada warganya pada tahun 2021. Dok Kampung Umpu Bhakti.


Way Kanan (Lampost.co) -- Pemerintah Kampung Umpu Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan sedang memverifikasi sebanyak 83 keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai kriteria warga kurang mampu dan lanjut usia (Lansia). Mereka akan menerima penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2022.

"Kami akan berhati-hati dalam memastikan 83 KPM yang akan menerima BLT-DD tahun ini. Kami akan cek ke lapangan dan melihat langsung segala kondisi warga," kata Kepala Kampung (Kakam) Umpu Bhakti, Eva Sofyana, kepada Lampost.co, Senin, 7 Februari 2022.

Baca: Desa Karangsari Lamsel Mulai Data Penerima BLT 2022  

 

Menurut Eva, keluarga tidak mampu (miskin), hilang mata pencaharian, hidup tunggal lanjut usia, keluarga miskin terdampak pandemi covid-19 yang belum pernah menerima bantuan, memiliki anggota keluarga sakit kronis tahunan, adalah kriteria penerima dalam penyaluran program penanganan kemiskinan di desa ini.

"Besarannya Rp300 ribu per bulan selama satu tahun. Dibayarkan paling banyak untuk tiga bulan secara sekaligus. Itu semua diatur pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK 190/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Dana Desa)," kata Eva.

Kemudian Peraturan Presiden (Perpres) No. 104 tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022, lanjut Eva, telah menetapkan bahwa anggaran 40% itu bersumber dari DD dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain.

“Sampai saat ini belum ada perubahan ketentuan dari pemerintah pusat atas Perpres tersebut. Jadi pemerintah desa wajib menganggarkan DD dengan besaran yang telah ditetapkan untuk BLT-DD yaitu 40 persen. Untuk program ketahanan pangan dan hewani sebesar 20 persen, dan delapan persen untuk penanganan covid-19," kata dia.

Eva berharap, BLT yang nantinya akan diberikan kepada masing-masing KPM ini dapat benar-benar terasa manfaatnya. Karena pertumbuhan ekonomi masyarakat menengah kebawah sedang anjlok dihantam pandemi covid-19 yang hingga kini belum juga usai.

"Sebagian besar dari mereka (KPM), tentunya digunakan untuk keperluan biaya pengobatan. Karena, kami prioritaskan yang berusia lanjut dengan melihat kriteria yang ada. Kemudian membeli bahan pangan (sembako), atau untuk buka usaha kecil rumahan, tambahan modal dan lainnya. Yang jelas kami pastikan dahulu agar sasaran tepat, agar tepat juga manfaat yang dirasakan," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait