#pemulung#gelandangan#beritalampung

Data dan Tata Pemulung Ditiap Sudut Kota

Data dan Tata Pemulung Ditiap Sudut Kota
Ketua Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co): Fenomena sosial masyarakat maraknya manusia grobak, pemulung, pengemis, dan tunawisma yang menjamur di Kota Bandar Lampung perlu mendapatkan perhatian yang serius oleh semua pihak.

Pendataan, penertiban, penataan, dan pemberdayaan harus dilakukan agar bisa tertib dan tidak mengganggu keindahan tata kota. Tempat penampungan pemulung juga harus disiapkan bagi warga yang terlantar. Hal itu dikatakan Ketua Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, kepada Lampost.co, Rabu, 14 Mei 2020.

Dia mengatakan semua pihak harus mempunyai niat yang sama bahwa yang dilakukan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Oleh sebab itu pemulung atau manusia gerobak ini harus dilakukan pendataan kemudian ditertibkan jangan sampai mengakibatkan persoalan baru.

"Kalau gak kita data dan tata maka akan timbul persoalan baru. Akan timbul pemulung-pemulung lainnya. Inikan menimbulkan persoalan," katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung harus berkoordinasi menyelesaikan persoalan ini. Sehingga masyarakat bisa terbantu dan keindahan tata kota tidak tercemari. Adanya persoalan sosial tersebut merupakan kegiatan musiman yang terjadi setiap bulan Ramadan dan menjelang Lebaran banyak pemulung yang menjamur di kota, bahkan ada juga yang berasal dari luar daerah sengaja datang untuk memulung.

"Penertiban ini merukan kerja rutinitas. Jadi gak bisa langsung kita tindak dan hilang begitu saja. Disatu sisi aturan harus ditegakkan, tapi disisi lain kemanusiaan juga harus dijalankan. Karena mereka ini kan saudara kita juga yang perlu dibantu," kata Politisi PDI Perjuangan Lampung ini.

Menurutnya, pendataan tersebut penting agar bisa diklasifikasi seperti apa kondisi pemulung tersebut. Sehingga bisa diketahui apakah pemulung tersebut murni karena sangat membutuhkan uluran tangan atau memang pemulung tersebut hanya mengambil azas manfaat dengan memanfaatkan momen bulan Ramadan dan Lebaran dari daerah-daerah datang ke Kota Bandar Lampung.

"Intinya pendataan, penertiban, dan pemberdayaan. Tapi harapannya semua masyarakat kita, apalagi saat ini sedang Covid-19 semua bisa dibantu. Anggaran yang besar digelontorkan oleh pemerintah ini kan untuk masyarakat. Maka jangan disalahgunakan. Semua stakeholder harus punya kesadaran yang sama," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait