#TKI#PekerjaMigran#BP2MI

Data 9 Pekerja Migran Lampung yang Dideportasi Malaysia

Data 9 Pekerja Migran Lampung yang Dideportasi Malaysia
Pemulangan WNI ilegal fase pertama di Bandara KLIA (6/6) lalu. ANTARA Foto/Agus Setiawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Lampung telah menemukan data asal sembilan pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan dideportasi ke Lampung. 

"Saat ini para PMI sedang menjalani isolasi di Jakarta," kata Kepala BP2MI Provinsi Lampung, Ahmad Salabi, Senin, 28 Juni 2021. 

Baca: Malaysia Deportasi 450 WNI Tahanan Imigrasi

Adapun data yang telah diperoleh BP2MI ialah berupa nama lengkap, tanggal lahir, serta asal para PMI beserta riwayat penyakit yang diderita. 

"Dari sembilan PMI itu kami hanya menemukan data delapan orang. Satu orang masih kami telusuri," paparnya. 

Delapan orang tersebut ialah warga Bandar Lampung bernama Agus Susilo, kemudian Lampung Utara atas nama Suandi, Sekampung Lampung Timur atas nama Asep Yulianto, Rejo Basuki Lampung Tengah atas nama Bukhari, Kalianda Lampung Selatan atas nama Artiah, Lampung Timur atas nama Nanek Ernawati, Pringsewu atas nama SR Nastiti (P), Lampung Timur atas nama Sulastri, dan satu tak terdata lokasinya bernama Agustian Antoni.

"Mereka PMI memiliki riwayat penyakit yang beragam. Di antaranya kemurungan, scabies, sesak napas, asma, jantung, hingga sakit telinga," katanya. 

Salabi mengatakan, saat ini pihak BP2MI sedang mencari penyebab dan permasalajam yang dialami semasa ditahan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Malaysia. 

"Mereka ini kan beragam permasalahannya. Kami juga sedang mencari informasi bekerja sama dengan Kementrian Luar Negeri. Tapi memang tak jauh dari permasalahan imigrasi, visa expired, hingga tak ada paspor," kata dia. 

Para PMI ini akan dipulangkan dan ditangani BP2MI pusat.

"Kami sudah koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk memastikan kepulangannya nanti memenuhi standar protokol kesehatan (prokes)," paparnya.

Setelah sampai di Lampung, kata dia, para PMI akan dibawa untuk isolasi lanjutan di BLK atau wisma haji kemudian dites rapid antigen oleh Dinas Kesehatan.

"Kami sudah koordinasi dengan Disnaker dan Dinkes Provinsi Lampung," tutupnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait