#pertanian#cabai#pemuda#Lamsel

Dari Tanam Cabai, Pemuda Sidoharjo Mampu Bangun Rumah

Dari Tanam Cabai, Pemuda Sidoharjo Mampu Bangun Rumah
Fajar Rudin Al Kohar (29), warga Dusun Sidoharjo, Desa Negararatu Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan mampu meraup untung hingga juta rupiah dengan menanam cabai. (Foto:Lampost/Febi Herumanika)


Kalianda (Lampost.co)--Manfaatkan lahan seluas 35x70 meter Fajar Rudin Al Kohar (29), warga Dusun Sidoharjo, Desa Negararatu Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan mampu meraup untung hingga juta rupiah dengan menanam cabai di pinggiran rel kereta apa di desa setempat. 


Ditemui di lokasi perkebunan miliknya, Fajar awal mula ide menanam cabai saat usaha warnet yang dia jalankan mulai jarang diminati lantaran kemunculan android beberapa tahun terakhir ini. 

"Karena memang dari keluarga petani saya coba untuk mengembangkan ide menanam cabai, dengan lahan yang ada sekitaran 35x70 meter. Alhamdulillah hasilnya memuaskan dan sudah dua kali musim ini berjalan," kata Fajar, Minggu, 7 November 2021.

Modal awal hingga panen kata Fajar, sekitar Rp20 juta, pengerjaan dilakukan sendiri terkecuali pada saat panen dia memerlukan tega kerja tiga orang untuk memetik buah cabai. 


"Digarap sendiri, diolah sendiri mulai dari penyemaian bibit, penanaman, perawatan hingga siap panen," ungkapnya. 

Dari mulai tanam hingga siap panen, tanaman cabai butuh waktu sekitar 95 hari, selanjutnya selama dua minggu dilakukan pemanenan. "Dua hari sekali dia panen selama dua sampai tiga minggu," jelasnya. 


Penghasilannya cukup menjanjikan, harga cabai Rp25 ribu saat ini dikalikan hasil panen per musim yang bisa dapat 2.500 kg (2,5 ton), maka total yang didapat Rp62,5 juta di potong modal. 

"Dulu panen pertama pernah dapat harga Rp45 ribu/kg sekali musim dapat cabai 2.500 kg pendapatan hampir Rp150 juta, dengan modal kisaran Rp20-25 juta," kata dia. 

Ada tiga kendala yang dihadapi petani cabai, pertama air, tanaman cabai tidak bisa berlebihan air karena bisa busuk, kedua hama semut merah dan belalang, ketiga manusia, yakni banyak yang mencuri.

Dari hasil menanam cabai ini, pemuda 29 tahun ini mengatakan bisa membantu kerluarganya, bahkan membangun rumah sendiri.

Kadus Dusun Sidoarjo, Desa Negararatu, Puran Irawan, mengatakan dorongan dari pemerintah desa untuk para pemuda mencari ide berlian supaya bisa memiliki penghasilan terus dilakukan. 

"Fajar ini sosok pemuda yang bisa jadi contoh bagus di dusun kami ini. Dengan memanfaatkan lahan yang tergolong tidak banyak tetapi bisa meraup penghasilan ratusan juta rupiah," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait