#korupsi#reses#beritalampung

Dana Reses DPRD Kota Bandar Lampung Diduga Dikorupsi

Dana Reses DPRD Kota Bandar Lampung Diduga Dikorupsi
Ilustrasi. Foto:Dok/ Google Images


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dana reses anggota DPRD Kota Bandar Lampung diduga ditilap oleh oknum pejabat pelaksana kegiatan (PPK) reses. Hal ini mencuat setelah sejumlah anggota DPRD setempat mencurigai adanya praktik korupsi dalam program yang bertujuan menyerap aspirasi masyarakat tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, salah satu anggota DPRD Bandar Lampung melalui pesan memperingati seorang pejabat pelaksana teksnis kegiatan reses.

Anggota DPRD yang tidak disebutkan namanya ini mengingatkan pejabat tersebut agar tidak menyimpang dalam menjalankan tugasnya. Ini ia lontarkan karena diduga kegiatan ini telah menjadi ladang untuk korupsi bagi oknum di sekretariat DPRD setempat. "Banyak yang menilai kegiatan ini ada indikasi penipuan anggaran yang objeknya adalah anggota dewan," kata dia.

Menurut dia, saat kegiatan reses pertama di tahun 2019 ada beberapa kejanggalan pada surat tanda terima peralatan serta sarana dan prasanarana kegiatan reses. Apa yang tertulis di kertas, tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. Contohnya yakni pada surat tanda terima, tercantum tarif 12 unit, namun yang terpasang hanya 6 unit. Kemudian kursi 300 unit, namun yang di antar 150 unit.

Selanjutnya nasi 300 kotak, yang di antar hanya 150 kotak, snack 600 kotak namun yang di antar hanya 150 kotak. "Belum alat-alat tulis yang lain. Jadi kerjaan PPK terindikasi korupsi. Ada beberapa anggota dewan yang mengeluhkan soal ini," kata dia.

Saat ditanyai mengenai informasi tersebut, Syarif Hidayat Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung membantah bahwa tidak terdapat permasalahan tentang dana reses pada sekretariat DPRD setempat. “Enggak ah, gak ada anggota yang mempertanyakan soal dana reses itu. Itu kan dianggarakan sesuai dengan aturan, sehingga tidak bisa diotak atik lagi,” ujarnya kepada Lampung Post, Senin (8/4/2019).

Pihaknya tidak membenarkan dengan adanya informasi yang beredar tersebut. Dimana dana reses itu ketika akan dianggarkan telah dibahas oleh anggota badan anggaran DPRD, yang disesuaikan dengan APBD Pemkot Bandar Lampung.

“Dana reses itu diterima secara langsung oleh anggota melalui rekening, yang disalurkan oleh Bagian Keuangan Sekretariat DPRD,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Grafieldy Mamesa anggota komisi II DPRD Kota Bandar Lampung. Dirinya pun juga membantah informasi soal adanya anggota DPRD setempat mempertanyakan dana reses tahun ini yang tidak sesuai. “Dana reses itu dari Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk anggota DPRD, ya kayak gaji. Jadi enggak ada ribut-ribut yang mempertanyakan dana reses itu, karena langsung masuk ke rekening masing-masing,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Bandar Lampung Netty, saat dihubungi Lampung Post, Senin (8/4/2019), mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui tentang dana reses tersebut. “Enggak tau pak, gak saya gak tau soal dana reses. Tanya dikantor aja pak ya, makasih,” seraya menutup sambungan telepon.

EDITOR

Deta Citrawan

loading...




Komentar


Berita Terkait