#danadesa#beritalampung

Dana Desa untuk Tumbuhkan Perekonomian

Dana Desa untuk Tumbuhkan Perekonomian
Dana desa. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pembangunan nasional sebagaimana amanat yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 pada hakekatnya untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. 

Pembangunan nasional juga sebagai upaya meningkatkan seluruh aspek kehidupan yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan dalam rangka untuk mewujudkan tujuan nasional.

Sebagai salah satu wujud dari amanat tersebut, pemerintah melalui program nawacita berkomitmen untuk melakukan pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa. 

Di antaranya melalui program dana desa. Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, menjadi suatu wujud atas pengakuan negara terhadap desa, memperjelas terhadap fungsi serta atas kewenangan desa, memperkuat kedudukan desa dan masyarakat desa sebagai subjek dalam pembangunan sehingga diperlukannya suatu kebijakan untuk penataan dan pengaturan tentang desa.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa dalam segala aspek kehidupan sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya, UU No.6 Tahun 2014 memberikan mandat kepada pemerintah untuk mengalokasikan dana desa yang dianggarkan setiap tahun dari APBN untuk diberikan kepada setiap desa sebagai salah satu sumber pendapatan desa. 

Pengalokasian dana desa mulai tahun anggaran 2015 pertama kali dianggarkan sebesar Rp20,8 triliun dengan rata-rata setiap desa mendapatkan alokasi dana sebesar Rp280 juta.

Hampir setiap tahun alokasi dana desa mengalami peningkatan dan pada 2021 alokasinya mencapai Rp72 triliun untuk 74.961 desa, dengan rata-rata setiap desa mendapatkan alokasi dana sebesar Rp960 juta.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait