#kppn#bandarlampung

Dana APBN di Bumi Ruwa Jurai

Dana APBN di Bumi Ruwa Jurai
Ilustrasi: Kantor KPPN Kota Bandar Lampung. Dok KPPN


Oleh: Mohamad Aziz (Kasubbag Umum KPPN Bandar Lampung


PEMERINTAHAN di era Presiden Jokowi memprioritaskan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, begitu juga pada wilayah di Provinsi Lampung. Pendanaan pembangunan infrastruktur dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang telah disetujui oleh DPR dan disalurkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di seluruh Indonesia, salah satunya adalah KPPN Bandar Lampung.

Pelaksanaan tugas dan fungsi KPPN Bandar Lampung antara lain menyalurkan APBN sesuai dengan wilayah kerjanya. KPPN Bandar Lampung yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Nomor: 91 Bandar Lampung dalam penyaluran APBN antara lain melayani wilayah sebagai berikut;

  1. Provinsi Lampung;
  2. Kota Bandar Lampung;
  3. Kabupaten Lampung Selatan;
  4. Kabupaten Tanggamus;
  5. Kabupaten Pringsewu
  6. Kabupaten Pesawaran

Berdasarkan enam pemerintah daerah (pemda) tersebut terdiri dari sebanyak 283 satuan kerja. KPPN Bandar Lampung sebagai KPPN Tipe A1 yang berlokasi di provinsi dipimpin oleh Kepala Kantor dengan eselonisasi III/A, dibantu oleh 5 Kepala Seksi/ Subbagian Umum dan 2 pejabat fungsional dengan dukungan staff pelaksana sebanyak 24 pelaksana.

KPPN Bandar Lampung pada tahun anggaran 2017-2021 mengelola dana sekitar Rp8 triliun sampai Rp12 triliun yang dibelanjakan pada enam pemda tersebut di atas serta untuk membiayai kegiatan dan program instansi vertikal.

APBN merupakan rencana pembiayaan pemerintah pusat selama satu tahun anggaran yang merupakan pagu tertinggi bagi satuan kerja Kementerian/ Lembaga. Jumlah Pagu Belanja merupakan jumlah alokasi anggaran yang ditetapkan untuk mendanai belanja pemerintah yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, belanja bansos, dan belanja transfer untuk satu tahun anggaran. Sedangkan Jumlah Realisasi Belanja adalah Jumlah Belanja yang terealisasi atau terjadi dalam satu tahun anggaran.

Jumlah Pagu dan Realisasi Belanja di KPPN Bandar Lampung Tahun 2017-2021 berdasarkan data dari aplikasi Online Monitoring System Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN) user KPPN Bandar Lampung selaku Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah, dijabarkan dalam Tabel 1. di bawah ini;

Tabel 1. Jumlah Pagu dan Realisasi Belanja Tahun 2017-2021

Tahun

Jumlah Pagu

(dalam rupiah)

Jumlah Realisasi

(dalam rupiah)

Persentase Realisasi

2017

8.698.723.278.000

8.320.115.857.269

95.65%

2018

10.406.809.979.000

9.746.178.172.442

93.65%

2019

11.063.981.191.000

10.391.880.661.989

93.93%

2020

10.805.178.106.000

10.389.799.255.733

96.16%

2021

12.322.419.653000

11.800.668.467.121

95.77%

Sumber : OMSPAN KPPN Bandar Lampung 

Berdasarkan Tabel I. di atas, terlihat bahwa dalam kurun waktu lima tahun, jumlah pagu belanja di KPPN Bandar Lampung secara keseluruhan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada pada tahun 2017, jumlah pagu belanja pegawai adalah sebanyak Rp8.698.723.278.000. Pada Tahun 2018 dan 2019, jumlah pagu belanja pegawai naik berturut-turut menjadi Rp10.406.809.979.000 dan Rp11.063.981.191.000. Pada tahun 2020, jumlah pagu belanja pegawai mengalami penurunan dibanding tahun 2019, yakni hanya hanya menjadi Rp10.805.178.106.000. Pada tahun 2021, jumlah pagu belanja pegawai kembali mengalami kenaikan, yaitu menjadi Rp12.322.419.653.000.

Jumlah Realisasi Belanja Pegawai dalam kurun waktu 5 tahun terakhir juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2017, jumlah pagu belanja pegawai adalah sebanyak Rp8.320.115.857.269. Pada Tahun 2018 dan 2019, jumlah realisasi belanja pegawai naik berturut-turut menjadi Rp9.746.178.172.442  dan Rp10.391.880.661.989. Pada tahun 2020, jumlah realisasi belanja pegawai mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2019, yaitu hanya menjadi Rp10.389.799.255.733. Pada tahun 2021, jumlah realisasi belanja pegawai meningkat menjadi Rp11.800.668.467.121.

Berdasarkan dilakukan perhitungan secara persentase realisasi yang merupakan perbandingan antara realisasi belanja dengan pagu belanja pada satu tahun anggaran yang sama. Semakin tinggi persentase realisasi menunjukkan semakin banyak penyerapan anggaran di tahun tersebut. Persentase realisasi cenderung naik turun tiap tahunnya. Pada tahun 2017, Persentase Realisasi Belanja adalah sebesar 95.65%. Pada tahun 2018, Persentase Realisasi Belanja mengalami penurunan menjadi 93.65%. Namun, pada tahun 2019, Persentase Realisasi Belanja mengalami kenaikan menjadi 93.93%. Pada tahun 2020, Persentase Realisasi Belanja mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu menjadi 96.16% walaupun jumlah realisasi belanja mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2019. Pada tahun 2021, Persentase Realisasi Belanja mengalami penurunan menjadi 95.17%. Namun, jumlah realisasi belanja tetap mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Penurunan Persentase Realisasi Belanja ini salah satunya disebabkan karena meningkatnya jumlah Pagu Belanja secara signifikan namun tidak diimbangi dengan meningkatnya jumlah Realisasi Belanja pada tahun tersebut.

 

Tinjauan atas Pagu dan Realisasi Belanja di KPPN Bandar Lampung

Berikut penulis sajikan grafik Pagu dan Realisasi Belanja Tahun 2017-2021 di KPPN Bandar Lampung dalam bentuk Gambar 2 di bawah.

Gambar 2. Grafik Pagu dan Realisasi Belanja 2017-2021

Sumber : Diolah dari data OMSPAN KPPN Bandar Lampung

Dari Gambar 2 di atas, terlihat bahwa secara garis besar, dalam kurun waktu 5 tahun jumlah pagu dan realisasi belanja mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kenaikan Jumlah Pagu Belanja selalu diikuti dengan kenaikan Jumlah Realisasi Belanja tiap tahunnya. Namun, kenaikan jumlah Pagu dan Realisasi tidak selalu diikuti dengan tingkat penyerapan anggaran atau Persentase Realisasi Belanja, seperti yang dapat dilihat pada tahun 2021, jumlah pagu dan realisasi belanja meningkat hingga lebih dari Rp1 triliun, berbanding terbalik dengan Tingkat Penyerapan Anggaran yang berkurang dari 96.16% menjadi 95.77%. Berikut penulis sajikan grafik Persentase Penyerapan Anggaran Belanja di KPPN Bandar Lampung dari tahun 2017-2021.

Gambar 3. Grafik Pagu dan Realisasi Belanja 2017-2021

 

Sumber : Diolah dari data OMSPAN KPPN Bandar Lampung

Dari grafik tersebut terlihat bahwa Persentase Realisasi Belanja/Tingkat Penyerapan Anggaran mengalami penurunan dan kenaikan tiap tahun berkisar di angka 93%-96%. Jika dijabarkan, Tingkat Penyerapan di tahun 2018 turun dibanding dengan di tahun 2017. Di Tahun 2019 dan 2020, Tingkat Penyerapan Anggaran naik 2 tahun berturut-turut dibanding tahun sebelumnya. Akan tetapi, tren ini berbalik di tahun 2021, dimana Tingkat Penyerapan Anggaran turun dibanding dengan di tahun 2020.

Sebagai gambaran output realisasi APBN pada KPPN Bandar Lampung  disampaikan beberapa kegiatan fisik tahun 2019, 2020 dan 2021, antara lain sebagai berikut:

Tahun 2019

1. PEMBANGUNAN BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG DI KABUPATEN PRINGSEWU (PAKET I) sebesar Rp.317,552,143,000; 
2. PEMBANGUNAN BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG DI KABUPATEN PRINGSEWU (PAKET 2) sebesar Rp.287,625,272,323; 
3. Paket Pekerjaan Konstruksi: Preservasi Rekonstruksi Jalan Prof. DR. Ir. Sutami - Sribawono - Sp. Sribawono (PN) (Rekonstruksi Jalan) sebesar Rp.120,291,499,996; 
4. Paket Pekerjaan Konstruksi: Preservasi Rehabilitasi Jalan Sp. Bujung Tenuk - Bts. Kab. Lamteng/Kab. Lamtim (PN) (Rehabilitasi Jalan) sebesar Rp.124,493,878,337; 
5. Paket Pekerjaan Konstruksi: Preservasi Rehabilitasi Jalan Pematang Panggang - Sp. Bujung Tenuk (PN) (Rehabilitasi Jalan) sebesar Rp.194,609,999,996

Tahun 2020

1. PEMBANGUNAN BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG DI KABUPATEN PRINGSEWU (PAKET 1) sebesar Rp.223,671,953,681; 
2. PEMBANGUNAN BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG DI KABUPATEN PRINGSEWU (PAKET 2) sebesar Rp.143,302,340,000; 
3. PEMBANGUNAN BENDUNGAN MARGATIGA sebesar Rp.274,061,119,000; 
4. Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Sekolah Kab. Pesisir Barat sebesar Rp.36,195,351,000; 
5. Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Sekolah Kab. Way Kanan sebesar Rp.32,657,626,000

Tahun 2021
1. PEMBANGUNAN BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG DI KABUPATEN PRINGSEWU (PAKET 2) sebesar Rp.214,953,311,699 
2. PEMBANGUNAN BENDUNGAN MARGATIGA sebesar Rp.386,027,699,999; 
3. Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Kampus UIN Raden Intan Lampung (Proyek 6 In 1 SBSN) sebesar Rp.144,784,400,000; 
4. PEMBANGUNAN BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG (PAKET III) sebesar Rp.159,870,869,753; 
5. PEMBANGUNAN BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG (PAKET IV) sebesar Rp.145,267,618,500; 
6. Pembangunan SPAM Kota Bandar Lampung Medukung KPBU sebesar Rp.185,911,930,000

Sejatinya realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Bandar Lampung di Provinsi Lampung dengan julukan Bumi Ruwa Jurai yang telah menghasilkan berbagai bentuk proyek fisik maupun non fisik, dapat memberikan dampak (outcome) semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Semoga demikian adanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait