#umkm#ekonomilampung

Dampak Holding Ultra Mikro untuk Pemulihan Ekonomi

Dampak Holding Ultra Mikro untuk Pemulihan Ekonomi
UMKM. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rencana pembentukan holding BUMN untuk pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dinilai bisa membantu proses pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Dampak positif dapat timbul dari potensi terciptanya ekosistem pembiayaan murah.

Bantuan permodalan dengan biaya murah menjadi hal yang penting bagi pelaku usaha UMi dan UMKM. Apalagi, prediksinya kini ada banyak pelaku UMi dan UMKM yang mulai bangkit setelah pandemi berlangsung hampir setahun.

“Dengan adanya holding BUMN yang akan dibentuk tahun ini, kami berharap dapat memperluas akses permodalan dengan bunga rendah sehingga para UMKM dapat menjadi ujung tombak perekonomian Indonesia,” ujar Anggota Dewan DPR RI, Kamrussamad.

Menurutnya, sejak pandemi melanda dunia ada banyak sektor usaha di Indonesia yang terdampak negatif, termasuk UMKM. Namun, tanda-tanda kebangkitan para pelaku usaha muncul terutama di penghujung 2020 lalu.

Ia mengungkapkan pembentukan holding UMKM untuk pembiayaan UMi dan UMKM akan membuat pelaku usaha mikro dan kecil dapat lebih berdaya untuk bangkit. Bahkan, potensi semakin banyaknya UMKM yang terlayani lembaga keuangan formal terbuka besar dengan hadirnya holding ini.

“Dibentuknya holding BUMN ini, saya yakin dapat membantu pelaku UMKM menjadi lebih terjangkau. Terutama yang ultra mikro dari yang sebelumnya unbankable, menjadi bankable. Sehingga dapat naik kelas dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan upaya pemerintah mengintegrasikan semua badan usaha agar proses pemulihan ekonomi berjalan cepat. Salah satunya, rencana holding yang akan dibentuk adalah holding ultra mikro.

"Transformasi sektor keuangan melalui Holding Ultra Mikro ini akan memperkuat ketahanan ekonomi, menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih berkualitas, mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kualitas nasabah UMKM dalam rangka keuangan inklusif," kata dia.

Ada tiga BUMN yang akan terlibat dalam holding ultra mikro, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Permodalan Nasional Madani, dan PT Pegadaian. Pembentukan holding dengan melibatkan tiga BUMN ini diyakini membuat efisiensi tercipta dalam hal pemberdayaan UMi dan UMKM.

"Holding UMKM juga menjadi market leader yang membuat pembiayaan UMKM lebih cepat dengan kualitas pembiayaan lebih baik. Ini pun akan diikuti bank lain secara lebih luas," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait