#GAK#GunungAnakKrakatau

Dalam Tiga Hari GAK 59 Kali Meletus

Dalam Tiga Hari GAK 59 Kali Meletus
Ilustrasi. Dok/Pos Pemantau GAK


KALIANDA (Lampost.co) -- Gunung Anak Krakatau (GAK) dalam tiga hari terakhir meletus 59 kali dan menyemburkan abu vulkanik berwarna hitam setinggi 200 meter. Berdasarkan laporan Badan Geologi KESDM, Badan Geologi, Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos pengamatan Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Sabtu, 12 Oktober 2019, gunung api yang memiliki ketinggian 157 Mdpl itu meletus 43 kali dengan amplitudo 27—45 mm dan durasi 27—341 detik. Berdasarkan yang teramati melalui visual CCTV yang berada di GAK, terjadi 3 kali letusan warna asap kelabu hitam tebal tinggi 200 m dari dasar kawah. Selain itu, teramati asap putih tipis tebal tinggi 25—150 m dari dasar kawah.

Pada Minggu, 13 Oktober 2019 jumlah letusan menurun drastis hanya 3 kali dengan amplitudo 37—43 mm dan durasi 60—749 detik. Namun, ombak laut sekitar GAK tenang.

Visual CCTV kawah kabut-jelas, teramati letusan menerus warna asap putih-hitam tebal tinggi 150—200 m dari dasar kawah. Selain itu, teramati asap putih tipis tinggi 25—50 m dari dasar kawah.

Untuk periode pengamatan Senin, 14 Oktober 2019, jumlah letusan kembali meningkat menjadi 13 kali dengan amplitudo 17—42 mm dan durasi 18—223 detik.

Visual CCTV kawah terlihat jelas-kabut, teramati 13 kali letusan warna asap putih kelabu dan hitam dengan intensitas tebal tinggi sekitar 150—200 meter dari dasar kawah dan teramati asap putih tipis-tebal dengan tinggi sekitar 25—200 meter dari dasar kawah.

Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau level II atau Waspada, nelayan dan masyarakat dilarang mendekat kawah gunung berapi dalam radius 2 kilometer.

"Aktivitas keseharian dari GAK fluktuatif," kata Suwarno, petugas pos pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, kepada Lampost.co, Selasa, 15 Oktober 2019.

EDITOR

Perdhana Wibysono

loading...




Komentar


Berita Terkait