#ekspor#pertanian

Daftar Lisansi yang Dibutuhkan Petani Lampung untuk Tembus Pasar Ekspor

Daftar Lisansi yang Dibutuhkan Petani Lampung untuk Tembus Pasar Ekspor
Pelepasan ekspor pertanian oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Provinsi Lampung, Jumat, 31 Desember 2021. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Produk pertanian di Provinsi Lampung dinilai mumpuni untuk dipasarkan ke luar daerah, bahkan ekspor ke mancanegara. 

Subkoordinator Karantina Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Provinsi Lampung, Irsan Nurhantoro menyebut, sektor pertanian Lampung memiliki nilai jual yang cukup tinggi. 

"Karena memang sektor pertanian di Lampung cukup banyak. Jadi tidak menutup kemungkinan jika suatu barang olahan pertanian atau hasil mentah dapat dikenalkan ke pasar ekspor," kata dia, Rabu, 5 Januari 2022. 

Baca: Perdana, Manggis Lampung Diekspor ke Denmark secara Langsung

 

Hanya saja, kata dia, petani masih harus melengkapi dengan izin edar atau izin ekspor yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan lisensi sejenis lainnya. 

"Produk ekspor sangat bergantung dari syarat sanitary and phytosanitary (SPS) negara tujuan. Jadi kalau ada petani Lampung yang ingin menjajakan usahanya hingga ekspor, ya harus mengikuti syarat dari negara tujuan itu sendiri," jelasnya. 

Dia juga menjelaskan, sertifikasi sangat menentukan keberhasilan produk untuk menembus persyaratan ekspor negara tujuan. Sebagai contoh, sertifikat kesehatan menjadi jaminan bahwa produk tersebut aman bagi manusia, hewan, maupun lingkungan.

"Misalnya dikirim ke Eropa, maka harus ada Health Certificate, Phytosanitary Certificate, GMP, HACCP untuk produk olahan konsumsi seperti kopi. Sementara ke Uni Emirate Arab hanya butuh Phytosanitary certificate," jelas dia. 

Selanjutnya, jika ingin ekspor kopi ke China, maka perusahanan harus teregistrasi oleh General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC).

"Setiap negara memiliki ketentuan berbeda, namun, tetap ada syaratnya. Sehingga para pelaku UMKM atau petani yang mau tembus pasar ekpsor harus bisa pelajari terlebih dahulu bagaimana cara memperoleh lisensi-lisensi tersebut," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait