#dbd

Daftar Kabupaten/Kota Rawan DBD di Lampung

Daftar Kabupaten/Kota Rawan DBD di Lampung
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti penyebab DBD. Medcom.id/M. Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak enam wilayah di Provinsi Lampung tercatat sebagai kabupaten/kota rawan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama 2021.

Menyitat data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung, enam kabupaten/kota tersebut memiliki insiden rate (IR) per 100.000 penduduk melampaui target nasional dan case fatality rate (CFR) atau persentase angka kematian di atas 1%. 

"Selama tiga tahun, IR DBD berfluktuasi dan masih berada di bawah target IR nasional, yaitu kurang dari 49 per 100.000 penduduk. IR DBD Provinsi Lampung pada 2021 sebesar 24,02 per 100.000 penduduk dengan CFR kurang dari 1 persen," ujar Kepala Dinkes Lampung, Reihana, Selasa, 11 Januari 2022.  

Baca: Terjadi Perubahan Tren Kasus DBD di 2021

 

Ia mengungkapkan, demi mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di wilayah Lampung, Pemprov telah menerbitkan regulasi melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Lampung dan SE Kepala Dinkes Lampung. 

"Upaya yang kami lakukan adalah distribusi logistik terkait penanggulangan DBD di 15 kab/kota, sosialisasi tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menutup, mengubur, menguras tempat penampungan air (3M), gerakan satu rumah satu pemantau jentik (Jumantik), surveilans Demam Dengue (DD), koordinasi dengan lintas sektor, serta promosi kesehatan," kata dia.

Enam kabupaten/kota tersebut dengan perincian sebagai berikut;

1. Lampung Utara: IR DBD sebesar 5,15 dan CFR sebesar 3,1%.

2. Tanggamus: IR DBD (18,52), CFR (1,8%) 

3. Lampung Timur: IR DBD (11,49), CFR (0,8%)

4. Pringsewu: IR DBD (61,01), CFR kurang dari 1%

5. Metro IR DBD (59,85), CFR kurang dari 1%

6. Bandar Lampung IR DBD (53,72) CFR kurang dari 1%. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait