#cuaca#kemarau#bmkg

Curah Hujan Masih Ada, Musim Kemarau Diprediksi Mundur

Curah Hujan Masih Ada, Musim Kemarau Diprediksi Mundur
Hujan mengguyur Kota Bandar Lampung. (Foto:Lampost.co/Putri Purnama)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pesawaran mengatakan musim  kemarau diprediksi akan mundur dari siklus jadwal musim di Indonesia. Hal itu dikarenakan fenomena La Nina masih terpantau menguat di beberapa wilayah di Indonesia.

"Indikasi fenomena La Nina menguat ini terpantau berdasarkan hasil monitoring per 10 harian," kata Kepala UPT BMKG Stasiun Klimatologi Pesawaran, Indra Purna, Selasa, 31 Mei 2022.

Indra mengatakan La Nina merupakan fenomena yang berkebalikan dengan El Nino. Ketika La Nina terjadi, Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

"Pendinginan SML itu mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum," kata dia.

Di Lampung, lanjut Indra, La Nina masih terpantau aktif sehingga curah hujan wilayah Lampung masih cukup tinggi. Hal itu juga mengakibatkan masih sering terjadi hujan dengan intensitas tinggi, meski sudah memasuki musim kemarau.


"Kondisi saat ini masih banyak curah hujan juga dikarenakan ada gangguan atmosfer," kata dia.

Untuk itu BMKG Stasiun Klimatologi Pesawaran mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap  hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang masih akan terjadi di Lampung.

"Pastikan untuk mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG, jangan mudah termakan berita-berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya," kata Indra.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait