#TKI#Pesisirbarat

Cuma Sembilan TKI Asal Pesibar yang Terbang ke Luar Negeri Selama 2020

Cuma Sembilan TKI Asal Pesibar yang Terbang ke Luar Negeri Selama 2020
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pesisir Barat Afriyansyah. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Afriyansyah menyebut  hanya ada sembilan orang dari kabupaten itu yang meminta rekomendasi kepada Disnakertrans untuk bekerja di luar negeri. Jumlahnya menurun dibanding 2019 lalu. 

"Mungkin karena sekarang masa pandemi Covid-19. Rata rata tujuan mereka bekerja di Malaysia, Singapura, Hongkong. Pada 2019 lalu di catatan kami ada 15 orang," kata Afriyansyah, Rabu, 23 Desember 2020. 

Minimnya jumlah warga yang meminta rekomendasi berbanding jauh dengan kebijakan  Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker) yang telah membuka keran ke 23 tujuan.

"Dari sekitar Juli 2020 atau dimasa new normal, Pemerintah Pusat sudah membuka rekomendasi 23 negara tujuan penempatan kerja, di antaranya Zimbabwe, Ghana, Arab Saudi, Jepang, Malaysia. Singapura, Turki, Korea Selatan, Hongkong, Swedia, Hongaria, Rusia, Polandia dan negara lainnya," kata dia. 

Warga yang ingin bekerja ke luar negeri harus mendapatkan rekomendasi Disnakertrans. Tujuan rekomendasi tersebut adalah sebagai syarat jaminan dan perlindungan keselamatan pekerja di negara luar. 

"Kalau tidak resmi tidak terdaftar di SISKO TKLN, dan dianggap pekerja Ilegal. Harus daftar dulu ke sini karena SISKO TKLN terintegrasi dengan imigrasi," kata Afri. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait