#karhutla#cuaca

Cuaca Panas, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla

Cuaca Panas, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla
Waspadai hot spot dan karhutla selama cuaca panas. (Ilustrasi BMKG)


Jakarta (Lampost.co)--Cuaca panas akhir-akhir ini berpotensi untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan cuaca panas akan terjadi sepanjang Mei 2022. Sehingga pihaknya meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan kewaspadaan munculnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
 
"Pemantauan karhutla pada umumnya dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Namun ada beberapa wilayah priortias karhutla karena memiliki gambut yang dalam seperti wilayah Sumatra yakni Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Sumatra Utara dan Kalimantan. Pada musim kemarau atau dengan kondisi jarang terjadi hujan maka wilayah-wilayah yang memiliki kawasan gambut ini akan menjadi perhatian bersama untuk langkah antisipasi," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Basar Manullang saat dikonfirmasi, Senin, 16 Mei 2022.
 
Upaya pencegahan antara lain dengan patroli pencegahan karhutla secara mandiri oleh Manggala Agni serta secara terpadu bersama anggota TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan tokoh masyarakat. Upaya lainnya yakni dengan sosialisasi dan kampanye secara langsung, dengan media, termasuk menggandeng organisasi keagamaan.
 
"Koordinasi dan komunikasi intensif antar stakeholder terkait pengendalian karhutla dari tingkat pusat, daerah hingga ke tingkat tapak, peningkatan peran serta masyarakat melalui MPA dan MPA-Paralegal (berkesadaran hukum) dan pelaksanaan Operasi TMC," jelas Basar.
 
Upaya lainnya yakni dengan melakukan penanggulangan, di antaranya monitoring dan deteksi dini hotspot yang terpatau karhutla monitoring system, melakukan verifikasi lapangan hotspot yang terpantau dan pemadaman darat secara dini maupun pemadaman udara jika diperlukan terutama di lokasi remote area.
 
Basar menegaskan sebagaimana arahan Presiden, dilakukan uji coba langkah untuk pencegahan karhutla yang lebih permanen melengkapi langkah monitoring hotspots dan patroli, yaitu dengan teknik modifikasi cuaca dikombinasikan dengan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kesadaran hukum masyarakat atau paralegal pada lokasi-lokasi yang sangat rawan karhutla.
 
"Selain itu presiden juga memberikan arahan melalui metode pentahelix, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media dapat meningkatkan langkah pencegahan sehingga karhutla yang selalu terjadi setiap tahun tidak menimbulkan dampak yang semakin merugikan," kata dia.


EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait