#cuaca#tambakudang#pesisirbarat#beritalampung

Cuaca Ekstrem Pengaruhi Tambak Udang di Pesisir Barat

Cuaca Ekstrem Pengaruhi Tambak Udang di Pesisir Barat
Tambak Udang di Pesisir Barat. (foto:lampost/yon fisoma)


KRUI (Lampost.co)--Cuaca ekstrem yang kerap terjadi, seperti angin kencang, gelombang tinggi, dan perubahan suhu air di tambak yang mendadak, membutuhkan ekstrapengawasan dan perawatan untuk mengantisipasi penyakit dan kematian udang  para petambak di Kabupaten Pesisir Barat.

Seorang petambak di Pesisir Barat, Rojak, mengatakan saat ini umur udang di tambak miliknya 36 hari.  Pada umur udang 35—60 hari, kata dia, memang merupakan masa krusial pertumbuhan udang membutuhkan rutinitas pengawasan yang cukup tinggi dan pemberian pakan tepat waktu sesuai jadwal. 

Saat ini,  kata dia, cuaca buruk kerap terjadi, tapi kondisi udang di tambak relatif masih aman. Hanya yang membutuhkan antisipasi, kata dia, saat hujan, sungai yang berada di sekitar lokasi tambak banjir, dan itu dapat mengganggu sirkulasi suplai air ke tambak.  

"Air di laut sekitar menjadi keruh dan itu mengganggu suplai air ke tambak, tetapi alhamdulillah kalau sekarang memang tidak terjadi banjir. Sering hujan juga menyebabkan perubahan mendadak pada suhu air, PH air juga berubah, dan itu dapat menyebabkan udang sakit. Sejauh ini memang perawatan yang kami lakukan masih wajar, pemberian pakan secara teratur dan vitamin untuk pertumbuhan udang," kata Rojak, Minggu (30/12/2018).

Sebelumnya, Harmain,  pekerja tambak di perusahaan tambak udang Pekon Tanjungjati, Kecamatan Lemong, kepada lampost.co, mengatakan saat ini di tambak tempatnya bekerja masih dalam masa pengeringan kolam dan perawatan kincir dinamo tambak, pascapanen yang dilakukan beberapa waktu lalu. 

EDITOR

Yon Fisoma*

loading...




Komentar


Berita Terkait