#nelayan#cuacaekstrem

Cuaca Ekstrem Ancam Nelayan Lamsel

Cuaca Ekstrem Ancam Nelayan Lamsel
Sejumlah nelayan di PPI Dermaga Bom Desa Maja, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, tengah memperbaiki jaring di atas perahu yang tengah sandar di masa cuaca ekstrem, Kamis, 2 Desember 2021. Lampost.co/Rustam Effendi


Kalianda (Lampost.co) -- Sebagian besar nelayan di Lampung Selatan (Lamsel) memilih untuk tidak melaut selama cuaca ekstrem berlangsung. Angin kencang yang melanda perairan Selat Sunda dinilai sangat mengancam keselamatan diri dan membuat tangkapan ikan menurun. 


Meskipun begitu, masih ada beberapa nelayan yang beranggapan melaut harus tetap dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Salah satu nelayan di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Dermaga Bom, Desa Maja, Kecamatan Kalianda, Winarno (41) mengatakan, gelombang laut dan pesisir Kalianda cukup tinggi dibarengi dengan angin kencang. Kondisi itu membuat ikan menjauh dari rumpon (rumah ikan) sehingga hasil tangkap sedikit.

"Saat ini hasil tangkap ikan hanya berkisar 1-2 keranjang saja, saat cuaca normal bisa mencapai 8-12 keranjang ikan," kata dia, Kamis, 2 Desember 2021. 

Baca: Pengguna Jasa Kapal Feri Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

 

Hal yang sama dikatakan Supriadi (28), nelayan di Desa Waymuli Timur, Kecamatan Rajabasa. Guna menghindari risiko tinggi, kata dia, Supriadi lebih memilih untuk tidak melaut.

Meski demikian ada sebagian nelayan yang memaksa melaut akibat kebutuhan keluarga yang harus tetap dipenuhi, akan tetapi itu membutuhkan mental yang kuat dan peralatan yang cukup untuk mengantisipasi terjadinya musibah.

"Walau ada himbauan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menunda melaut, tetapi kebutuhan keluarga tidak bisa ditunda," kata dia. 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel telah mengimbau warga untuk membatasi kegiatan pada saat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadinya bencana. 

Kepala Pelaksana BPBD Lamsel, Dulkahar mengatakan, Kabupaten Lamsel merupakan wilayah yang rentan tercadinya bencana alam sehinga pihaknya meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrem yang tengah melanda Selat Sunda. 

"Selain nelayan, masyarakat juga harus berhati-hati pada saat cuaca yang tidak menentu seperti tiba-tiba terjadi angin kencang dan hujan deras," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait