#cuaca#penyebrangan#Bakauheni-merak#beritalampung#ksop

Cuaca Ekstrem, KSOP Ingatkan Nelayan Kecil

Cuaca Ekstrem, KSOP Ingatkan Nelayan Kecil
Suasana di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni pada Senin (21/1/2019) siang berjalan normal. (Foto:Lampost/Aan Kridolaksono)


KALIANDA (Lampost.co)--Kantor Syahbandar dan Otoritas Penyeberangan (KSOP) Kelas V Bakauheni mengingatkan kepada nelayan tradisional yang melaut di perairan Selat Sunda agar mewaspadai ancaman gelombang setinggi 1,5—2,5 meter dengan kecepatan angin yang bertiup dari arah barat ke barat laut dapat mencapai 18 knot. 

“Kami minta nelayan kecil berhenti melaut atau sembunyi di balik pulau jika melihat kecepatan angin di atas 15 knot dan ketinggian gelombang di atas 1,25 meter. Karena berisiko bagi keselamatan nelayan itu sendiri,” kata Kepala KSOP Kelas V Bakauheni Iwan Syahrial kepada lampost.co, Senin (21/1/2019).

Peringatan cuaca ekstrem yang disampaikan KSOP Kelas V Bakauheni itu berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas 1 Panjang, Lampung, yang berlaku mulai Senin—Selasa (21—22/1/2019), pukul 07.00

“Kalau untuk pelayaran kapal feri, akan berisiko pada keselamatan pelayaran jika ketinggian gelombang lebih dari 2,5 meter dan kecepatan angin mencapai 21 knot ke atas,” ungkap Iwan.

Sementara itu, prakiraan cuaca di perairan Sunda yang berlaku hingga besok pagi, kondisi wilayah perairan Selat Sunda bagian utara yang menjadi rute jalur penyeberangan kapal feri lintas Pelabuhan Bakauheni—Merak diperkirakan hujan ringan dengan angin yang bertiup dari arah barat ke barat laut berkecepatan 3—15 knots dan tinggi gelombang 0,7—1,5 meter.

Sedangkan di perairan Selat Sunda bagian selatan, kondisi cuaca hujan sedang dengan angin bertiup dari arah barat—ke barat laut berkecepatan 3—18 knots dan tinggi gelombang 1,25—2,5 meter.

EDITOR

Aan Kridolaksono*

loading...




Komentar


Berita Terkait