#CUACA#NELAYAN

Cuaca Buruk, Sebagian Nelayan Lebih Memilih Menambatkan Perahu

Cuaca Buruk, Sebagian Nelayan Lebih Memilih Menambatkan Perahu
Sejumlah kapal motor disandarkan di Lempasing, Jumat, 28 Oktober 2022. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebagian nelayan di Lempasing dan Kota Karang, Bandar Lampung lebih memilih menambatkan perahu motornya, karena kondisi cuaca belum normal.  Kondisi ini sudah berlangsung tiga pekan terakhir, karena kondisi gelombang laut tinggi.

"Hampir satu bulan tidak melaut, karena gelombang tinggi. Kalau dipaksakan juga hasil tangkapan ikan tidak maksimal,” kata  Rudi nelayan di Lempasing, Jumat, 28 Oktober 2022.

Menurut dia, nelayan yang menggunakan perahu motor dengan area penebaran jaring di tengah laut mengkhawatirkan kondisi cuaca yang belum normal. Gelombang laut yang tinggi, ujar dia, menyebabkan penangkapan ikan dengan jaring tidak maksimal.

Dia mengatakan, beberapa nelayan hanya bisa menggunakan perahu saja untuk menjaring ikan di laut dengan area tidak jauh. Hal ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan dapur rumah tangga. “Masih ada juga yang melaut tapi hanya di pinggiran saja, lumayan untuk asap dapur keluarga,” kata Rudi.

Nelayan di Kota Karang juga menambatkan kapal motornya sejak dua pekan terakhir. Nelayan di daerah itu belum mau melaut bila kondisi cuaca belum benar-benar normal. “Untuk sementara belum melaut, karena gelombang tinggi. Lagi pula tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan dengan hasil tangkapan ikannya,” kata Helmi, nelayan Kota Karang.

Dia mengatakan, sekali melaut untuk pembekalan dibutuhkan hampir Rp 50 juta. Dalam kondisi cuaca ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi, penjualan dari ikan yang didapat hanya Rp30 juta saja.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait