#Covid-19#Omicron

Covid-19 Varian Deltacron Belum Ditemukan di Indonesia

Covid-19 Varian Deltacron Belum Ditemukan di Indonesia
Ilustrasi proses mutasi Deltacron. Dok Pexels


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan varian covid-19 hibrida Deltacron belum masuk ke Indonesia. Namun, upaya pencegahan mesti dilakukan sejak dini.
 
“Belum ditemukan varian Deltacron sampai saat ini,” kata juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Senin, 14 Maret 2022.
 
Nadia mengatakan upaya pencegahan covid-19 tetap sama. Meskipun, variannya berbeda dari waktu ke waktu.


Baca: Pemerintah Siap Putuskan Izin Mudik Lebaran 2022 Akhir Maret Ini

 

Upaya pencegahan yang harus dilakukan ialah menjalankan 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas (5M). Kemudian, menggencarkan testing, tracing, dan treatment (3T).
 
“Serta mempercepat vaksinasi covid-19,” papar Nadia.
  
Deltacron telah ditemukan di beberapa negara, khususnya Eropa dan Amerika Serikat. Meski jumlah kasus belum tinggi, namun Deltacron yang merupakan gabungan dari varian Delta dan Omicron patut diwaspadai seluruh masyarakat dunia.
 
Deltacron terbentuk dari proses rekombinasi, yakni dua varian virus menginfeksi individu secara bersamaan mengakibatkan pertukaran materi genetik sehingga menciptakan varian baru.
 
Dilansir dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), rekombinasi adalah proses terciptanya keragaman di sebagian besar virus.
 
"Ia menggabungkan varian yang muncul secara independen dalam molekul yang sama, menciptakan peluang baru bagi virus untuk mengatasi tekanan selektif dan beradaptasi dengan lingkungan dan inang baru," jelas NCBI.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait