#buras#virus-corona#covid-19

Corona, Makhluk Kecil dan Lemah!

( kata)
Corona, Makhluk Kecil dan Lemah!
Ilustrasi Pixabay.com

H. Bambang Eka Wijaya

VIRUS corona itu makhluk kecil dan lemah. Kecil, hanya 150 nano: 1 meter sama dengan 1 juta nano. Lemah, ia mati pada suhu 27 derajat Celcius. Namun, kehadirannya mengingatkan para penguasa, bahwa yang kecil dan lemah itu jangan diremehkan, karena bisa merepotkan, penguasa bisa dibuat jadi pecundang.

Apalagi, virus corona yang oleh WHO diberi nama Covid-19, seperti diunggah Hermansyah, ketua PWI Sumut ke WAG Warga PWI (24/3), bisa mengalahkan tujuh miliar manusia di bumi yang luasnya ratusan juta hektare.

Corona menutup bar, kelab malam, rumah bordil, kasino, tempat orang berbuat maksiat. Corona membawa keluarga kembali ke dalam rumah dan tinggal di rumah, melakukan aktivitas bersama di rumah, serta hidup sederhana, sekaligus mengajari kita agar tidak jajan dan makan sembarangan di luar.

Corona membawa manusia banyak berdoa dan berharap pada-Nya dan tidak semata-mata mengandalkan sains dan teknologi. Corona memberi kesempatan kepada kita untuk menyadari bahwa kematian itu nyata dan dekat dengan kita. Corona membangunkan kita pada kenyataan untuk meminta pengampunan dan pertolongan-Nya.

Corona menurunkan suku bunga bank yang mencekik. Corona memindahkan alokasi anggaran militer menjadi anggaran perawatan kesehatan. Corona mengecundangi para diktator dunia yang selama ini sombong luar biasa. Corona juga membungkam kesombongan negara yang menganggap dirinya paling hebat tak terkalahkan. Corona pun memaksa negara memperhatikan rakyatnya.

Corona mengajarkan kita cara bersin, menguap, dan batuk yang baik dan benar. Corona menyadarkan kita bahwa apa yang kita miliki adalah milik Tuhan yang bisa diambil kapan saja.

Setiap peristiwa membawa hikmah, pelajaran penting bagi setiap kita untuk berbenah, menyadari kekurangan dan kelemahan diri, serta berusaha untuk memperbaikinya secara terus-menerus. Berusaha, agar hari esok lebih baik dari hari ini.

Maksudnya, episode Covid-19 merupakan kawah candradimuka membakar semua sifat dan tabiat buruk manusia. Seperti sifat penguasa yang kejam, penindas rakyat. Lalu, menggantinya dengan yang baik, menjadi perhatian, dan sayang rakyat. Membuat aturan bukan mengurangi hak-hak rakyat semata demi menyenangkan kapitalis. Tapi, sebaliknya, membuat aturan yang melindungi rakyat dari nafsu serakah para kapitalis dan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat sesuai amanat konstitusi.

Dengan berpikir positif begitu, Covid-19 hadir sebagai hikmah yang membawa maslahat bagi bangsa. ***

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar