#GENGMOTOR#PELAJAR#TAWURAN#BANDARLAMPUNG

Cerita Pentolan Geng Motor, Punya Banyak Anak Buah dan Keliling Cari Lawan

Cerita Pentolan Geng Motor, Punya Banyak Anak Buah dan Keliling Cari Lawan
Ilustrasi. Dok. Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sepak terjang dua pentolan geng motor akhrinya terhenti setelah ditangkap polisi. Ulah keduanya meresahkan karena kerap menjadi biang keonaran hingga tawuran antarremaja di Kota Tapis Berseri.

Dua orang itu AA (18) warga Jati Agung diringkus pada September lalu saat hendak tawuran di Jalan Ir. Sutami, Sukabumi dan TR alias Entis (18) warga Tanjungkarang Pusat diringkus setelah satu bulan menjadi buronan Polresta.

Kedua tersangka setiap beraksi selalu membekali diri dengan senjata tajam (sajam). Bahkan setiap malam berkeliling secara acak mencari lawannya di Bandar Lampung.

Pentolan geng motor itu mempunyai puluhan anggota atau pengikut dan selalu main keroyokan ketika beraksi. Para remaja tersebut, biasanya mencari mangsa di malam hari.  Bahkan mencari lawan melalui media sosial.

Kapolsek Sukarame Kompol Warsito mengatakan, AA merupakan ketua geng motor yang menjadi pemicu terjadinya tawuran antarkelompok remaja di Jalan Ir. Sutami tepatnya di tanjakan PJR, Sukabumi, Bandar Lampung, Jumat, 16 September 2022, dini hari.

Saat itu, AA  bersama teman-temannya yang berjumlah puluhan orang berkonvoi sambil menenteng sajam menuju lokasi tawuran.

"Warga yang mengetahui hal itu memberitahu Polsek Sukarame dan langsung menuju lokasi, hingga akhirnya 24 pelajar diamankan dan lima orang jadi tersangka," kata dia, Jumat, 21 Oktober 2022.

Warsito melanjutkan, berkas perkara kelima tersangka sudah dilimpahkan ke kejaksaan. "Sudah selesai, kami hanya sampai mengirim berkas perkara ke jaksa dan selanjutnya mereka," kata dia.

Sementara itu, Entis pentolan geng motor kabur selama kurang lebih satu bulan usai merusak warung nasi uduk di Jalan Samratulangi, Kedaton Bandar Lampung.

Pria bertato itu mengaku merusak warung nasi uduk karena lawannya bersembunyi di warung. Sehingga mereka melempar dengan batu dan kayu.

 

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait