#covid-19lampung#korona

Cerita Kuli Panggul Terminal Rajabasa Bertahan di Tengah Pandemi

Cerita Kuli Panggul Terminal Rajabasa Bertahan di Tengah Pandemi
Kuli panggul di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung. Lampost.co/Andi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penyekatan kendaraan mobil bus tidak hanya berdampak pada sopir bus saja, tetapi turut berdampak pada jasa kuli panggul. Hal itu seperti yang dialami di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung. Meski begitu, mereka tetap berjuang bertahan di tengah sulitnya masa pandemi saat ini.

Salah satu jasa kuli panggul Terminal Rajabasa, Sarkam, mengatakan musim mudik lebaran biasanya menjadi berkah bagi penyedia jasa kuli panggul terminal. Namun, sejak pandemi covid-19 menjadi berdampak.

"Apalagi adanya penyekatan larangan mudik membuat pendapatan kami menurun drastis dibandingkan sebelum ada virus korona ini," ujarnya, Kamis, 20 Mei 2021.

Dampak sepinya pemudik, kini para kuli panggul hanya duduk menanti pelaku perjalanan menggunakan jasa mereka.

"Pada musim mudik lebaran tahun ini sangat sulit dapat pemasukan. Sehari cuma Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Bahkan sampai nggak dapat sama sekali," terangnya.

Padahal sebelum pandemi, pendapatan kuli panggul di terminal bisa mencapai Rp100 ribu. Namun, meski menurun, kuli panggul selalu bersyukur masih mendapatkan penghasilan. "Kami hanya bisa berharap virus korona segera berakhir dan keadaan kembali normal," tandasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait