#cek-fakta#berita-bohong#wn-tiongkok
Cek Fakta

[Cek Fakta] Terbongkar 200 Juta WN Tiongkok Masuk ke Indonesia? Ini Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Terbongkar 200 Juta WN Tiongkok Masuk ke Indonesia? Ini Faktanya
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial Medcom.id

JAKARTA (Lampost.co) -- Beredar narasi bahwa sebanyak 200 juta Warga Negara (WN) Tiongkok masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Narasi ini tampak pada judul sebuah video yang diunggah di sebuah kanal Youtube.

Adalah akun facebook Dewa Mujur yang membagikan link video pada Jumat 24 April 2020. Berikut judul video tersebut:

"TERBONGKAR 200 JUTA WNA CHINA MASUK KE INDONESIA." 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa sebanyak 200 juta Warga Negara (WN) Tiongkok masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), adalah salah. Faktanya itu merupakan video lama.

Kami menelusuri video dengan nama akunkont olahoak itu diunggah pada Sabtu 19 November 2016. Dalam video berdurasi 3 menit 38 detik itu tidak dijelaskan fakta pendukung yang menunjukkan bahwa benar sebanyak 200 juta WN Tiongkok sudah masuk ke Indonesia.

Justru dalam video itu dinarasikan kemungkinan masuknya sebanyak 200 juta WN Tiongkok. Pembuat video ini mengklaim mengutip informasi dari media Jawa Pos.

"...baru-baru ini, Jawa Pos merilis berita Indonesia harus waspada karena ada 200 juta Tenaga Kerja Asing yang akan masuk ke negara kita. Ya, 200 juta orang,,," penggalan pernyataan yang terdengar dari video tersebut.

Dari sini jelas bahwa judul video yang menyatakan 200 juta WN Tiongkok masuk Indonesia, tidak tepat. Sebab dalam video dinyatakan itu sebuah informasi yang belum bisa dipastikan bahwa benar sebanyak 200 juta WN Tiongkok sudah masuk ke Indonesia.

Kesimpulan:
Klaim bahwa sebanyak 200 juta Warga Negara (WN) Tiongkok masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), adalah salah. Faktanya itu merupakan video lama dan judul pada video tidak sesuai dengan isi video.

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false connection (koneksi yang salah). Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.

Referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=xq3YKkWpMBA&feature=youtu.be&fbclid=IwAR3BD0JojZqWLN2GtmWKI2Dsx8SNLQImsqQ2p0_zXZ9ysX_byXY8m9ZWQh8

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar