cekfaktakabarbohongmarufamin

[Cek Fakta] Ma'ruf Amin Minta MUI Terbitkan Fatwa Salat Tanpa Wudu dan Tayamum

( kata)
[Cek Fakta] Ma'ruf Amin Minta MUI Terbitkan Fatwa Salat Tanpa Wudu dan Tayamum
Tangkapan layar berita palsu. Foto: Facebook


Beredar sebuah tangkapan layar berita berjudul "Ma'ruf Amin Minta MUI Terbitkan Fatwa Sholat Tanpa Wudhu dan Tayamum". Tangkapan layar berita tersebut beredar di media sosial Facebook.
 
Akun Facebook atas nama Putra Inka mengunggah tangkapan layar berita ini pada 23 Juni 2020. Dalam unggahannya ia turut memberikan narasi.
 
"Akan Keluar New Fatwa Yang Menurut Saya Tambah Nyleneh Dan Somplak????????????,Bagaimana Menurut Pemirsa Tentang New Fatwa Dari Mbah Kakung,Yang Akan Di Keluarkan Untuk Rakyat Negeri +62."

 
Unggahan tangkapan layar berita ini mendapatkan respon dari 29 warganet. Serta 30 komentar dan 33 kali dibagikan.
[Cek Fakta] Ma'ruf Amin Minta MUI Terbitkan Fatwa Salat Tanpa Wudu dan Tayamum? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran kami, klaim bahwa Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta MUI menerbitkan fatwa salat tanpa wudu dan tayamum adalah salah. Faktanya, Ma'ruf meminta MUI menerbitkan fatwa petugas medis yang menangani covid-19 (korona) boleh salat tanpa wudu dengan alasan protokol kesehatan.
 
Saat ditelusuri, artikel berita serupa terdapat di situs Swarakyat.com. Ada ketidaksesuaian antara judul berita dan substansi artikel berita tersebut. Artikel berita tersebut menjelaskan, MUI diminta mengeluarkan fatwa yang membolehkan petugas medis covid-19 salat tanpa berwudu.
 
Dilansir dari artikel Medcom.id berjudul "Wapres Minta MUI Terbitkan Fatwa Pemulasaraan Jenazah Covid-19" menjelaskan Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait pemulasaraan jenazah positif covid-19 atau korona. Sekaligus fatwa tata cara berwudu petugas medis yang merawat pasien covid-19.
 
Pasalnya, terang Ma'ruf petugas medis tidak sembarang bisa melepas pelindung diri (APD) saat waktu salat tiba ketika hendak berwudu.
 
"Saya mohon ada fatwa, misalnya tentang kebolehan orang yang salat tanpa wudu atau tayamum. Karena ini sudah dihadapi oleh para petugas medis," ujar Ma'ruf.
 

[Cek Fakta] Ma'ruf Amin Minta MUI Terbitkan Fatwa Salat Tanpa Wudu dan Tayamum? Ini Faktanya
 
Permintaan Ma'ruf pun diiyakan oleh MUI dengan mengeluarkan fatwa petugas medis covid-19 boleh salat tanpa wudu. Dilansir dari Medcom.id, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa Nomor 17 Tahun 2020. Fatwa menyatakan tenaga medis dengan alat pengaman diri (APD) yang menangani pasien virus korona (covid-19) boleh tidak wudu karena dalam keadaan mendesak.
 
"Dalam kondisi hadas dan tidak mungkin bersuci (wudu atau tayamum), maka ia melaksanakan salat boleh dalam kondisi tidak suci dan tidak perlu mengulangi (i’adah)," bunyi fatwa MUI yang disahkan Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.
 
Hasanuddin mengatakan salah satu poin penting fatwa itu yakni tenaga kesehatan muslim yang merawat pasien covid-19 dengan APD tetap wajib melaksanakan salat dengan berbagai kondisinya diikuti sejumlah keringanan. Fatwa bisa menjadi pedoman salat bagi tenaga kesehatan yang memakai APD saat menangani pasien covid-19.
 
Hasanuddin menjelaskan, manakala kondisi tenaga medis berada dalam rentang waktu salat dan memiliki wudu, boleh melaksanakan salat dalam waktu yang ditentukan, meski tetap memakai APD. Sementara, dalam kondisi sulit berwudu, maka bertayamum, kemudian melaksanakan salat.
 
Hasanuddin menambahkan apabila APD yang dipakai terkena najis dan tidak memungkinkan untuk dilepas atau disucikan, maka boleh melaksanakan salat dalam kondisi tidak suci dan mengulangi salat (i’adah) usai bertugas.
 
Dia mengatakan ketika kondisi jam kerja tenaga medis sudah selesai, atau sebelum mulai kerja masih mendapati waktu salat, maka wajib salat fardu sebagaimana mestinya.
 
Kemudian, bila tenaga medis bertugas mulai sebelum masuk waktu zuhur atau magrib, dan berakhir di waktu asar atau isya, maka boleh melaksanakan salat dengan jamak ta'khir.
 
Sementara, dalam kondisi bertugas mulai saat waktu zuhur atau magrib dan diperkirakan tidak dapat melaksanakan salat asar atau isya, maka boleh melaksanakan salat dengan jamak taqdim.
 
"Dalam kondisi ketika jam kerjanya berada dalam rentang waktu dua salat yang bisa dijamak (zuhur dan asar, serta magrib dan isya), maka ia boleh melaksanakan salat dengan jamak," kata Hasanuddin.
 

[Cek Fakta] Ma'ruf Amin Minta MUI Terbitkan Fatwa Salat Tanpa Wudu dan Tayamum? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Ma'ruf Amin meminta MUI menerbitkan fatwa salat tanpa wudu dan tayamum adalah salah. Faktanya, Ma'ruf meminta MUI menerbitkan fatwa yang membolehkan petugas medis covid-19 mengenakan alat pelindung diri (APD) salat tanpa berwudu.
 
Informasi ini termasuk kategori jenis hoaks (koneksi yang salah). Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.
 

Referensi:
1.https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/yNLGQxyK-fatwa-mui-paramedis-tangani-korona-boleh-salat-tanpa-wudu
2. https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/1bVj40Pb-wapres-minta-mui-terbitkan-fatwa-pemulasaraan-jenazah-covid-19

 

EDITOR

Medcom

loading...




Berita Terkait


Komentar