cekfakta

[Cek Fakta] Ini WNA Pertama yang Diangkat Menjadi Direksi di BUMN? Cek Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Ini WNA Pertama yang Diangkat Menjadi Direksi di BUMN? Cek Faktanya
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

Kabar Warga Negara Australia diangkat menjadi Direktur Transformasi Bisnis Holding RS BUMN Pertamedika viral di media sosial. Diklaim, hal itu pertama kalinya WNA menjadi direksi di BUMN Indonesia.
 
Kabar itu dibagikan akun Facebook Edison E. Tentenabi pada Kamis, 25 Juni 2020. Pada unggahannya, WN Australia tersebut bernama Antonius Reiner Haryanto. Berikut secara lengkap narasi yang diunggah akun Facebook Edison E. Tentenabi:

"INFO BUMN
Warga Negara Australia bernama Antonius Reiner Haryanto diangkat menjadi Direktur Transformasi Bisnis Holding Rumah Sakit BUMN Pertamedika.
Ini pertama kalinya Warga Negara Asing menjadi Direksi di BUMN Indonesia.
Mohon bantu sebarkan info ini.
#TolakWnaJadiDireksiBumn"


[Cek Fakta] Ini WNA Pertama yang Diangkat Menjadi Direksi di BUMN? Cek Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa Antonius Reiner Haryanto adalah Warga Negara Asing (WNA) pertama yang menjadi direksi di BUMN adalah salah. Ada beberapa dispora Indonesia yang diminta berkarya dan berkarir di BUMN.

 Dilansir Turnbackhoax.id, profil Antonius Reiner Haryanto sendiri adalah Direktur Transformasi Bisnis PT Pertamina Bina Medika IHC dan merupakan lulusan sarjana di Unika Parahyangan lalu menyelesaikan gelar magister di University of New Wales, Sidney, Australia. Antonius kemudian melanjutkan pendidikan doktoral dengan judul penelitian “A New Development Model for Implementation of Sustainable Priority/Critical Infrastructure” ketika dipanggil kembali ke Indonesia untuk mengabdi dan saat ini berdomisili di Jakarta.
 
Dilansir dari Kontan, Antonius Reiner Haryanto bukan WNA pertama yang mendapat jabatan direksi di BUMN, WNA lain yang pernah merintis karir sebagai direktur BUMN dan anak usaha BUMN adalah Frederik Johannes Meijer atau Erik Meijer. Pria yang lahir dan besar di Belanda ini berkiprah di Telkomsel sejak 1995. Ia bekerja di sana hingga 2006, di mana jabatan terakhirnya adalah vice president.
 
Setelah bekerja di dua perusahaan swasta, yakni Bakrie Telecom dan Indosat, Erik bergabung dengan Garuda Indonesia sebagai direktur dan executive vice president bidang pemasaran dan penjualan pada Juni 2013. Namun, Erik hanya bertahan di Garuda Indonesia hingga Desember 2014.
 
Erik pun berlabuh ke Ooredoo, induk perusahaan Indosat, pada Februari 2015 sebagai strategic brand advisor sekaligus juru bicara untuk wilayah Asia Tenggara. Posisi ini diembannya hingga November 2015. Sebulan kemudian, Erik diangkat sebagai Presiden Direktur atau Chief Executive Officer (CEO) Telkom Telstra.
 

[Cek Fakta] Ini WNA Pertama yang Diangkat Menjadi Direksi di BUMN? Cek Faktanya
 

 
Kesimpulan:
Klaim bahwa Antonius Reiner Haryanto adalah Warga Negara Asing (WNA) pertama yang menjadi direksi di BUMN adalah salah. Ada beberapa dispora Indonesia yang diminta berkarya dan berkarir di BUMN.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis Misleading Content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Ini WNA Pertama yang Diangkat Menjadi Direksi di BUMN? Cek Faktanya
 
Referensi:
https://archive.md/CtyJS
https://pertamedika.co.id/bod.aspx
https://www.be.unsw.edu.au/research/postgraduate-research/postgraduate-research-students-profiles/antonius-rainier-haryanto
https://lifestyle.kontan.co.id/news/mengintip-perjalanan-karier-erik-meijer-hingga-jadi-presiden-direktur-telkom-telstra
https://mediaindonesia.com/read/detail/323497-wn-australia-jadi-direksi-rs-bumn-pertamedika-ini-faktanya

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar