cekfaktakabarbohongpdip

Hoaks, Foto FPI dan Banser Geruduk Kantor PDIP

( kata)
Hoaks, Foto FPI dan Banser Geruduk Kantor PDIP
Tangkapan layar informasi di media sosial

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Beredar sejumlah foto memperlihatkan beberapa orang menggunakan seragam Front Pembela Islam (FPI) dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berkumpul di pinggir jalan. Sejumlah foto itu beredar di media sosial.
 
Adalah akun facebook Abdul Manaf yang turut mengunggah sejumlah foto itu, Senin 29 Juni 2020. Akun ini membuat narasi bahwa FPI dan Banser menggeruduk kantor PDI Perjuangan (PDIP) Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah terkait isu komunisme.
 
Berikut narasi lengkapnya:


 
"Purwokerto : FPI & BANSER Geruduk Kantor PDIP .Hajar Bila Ketemu Pengurus Nya . Kita Bangsa Yg Besar ,Islam Terbesar Di Dunia .Jgn Di Atur Oleh Partai PKI Komunis," tulis akun Abdul Manaf.
[Cek Fakta] Foto FPI dan Banser Geruduk Kantor PDIP? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa foto itu memperlihatkan FPI dan Banser menggeruduk kantor PDIP terkait isu komunisme, adalah salah. Faktanya, foto itu merupakan peristiwa lama dan tidak ada kaitannya dengan isu komunisme.
 
Sejumlah foto itu telah beredar pada Juni 2018. Antara lain seperti dimuat situs Faktakini.net, Selasa 26 Juni 2018.
 
"Hari ini Selasa 26 Juni 2018 Kantor PDIP Banyumas digruduk Banser dan FPI," seperti yang tertulis dalam situs Faktakini.net.
 

[Cek Fakta] Foto FPI dan Banser Geruduk Kantor PDIP? Ini Faktanya

 

Situs berita CNNIndonesia.com juga melansir artikel dan foto senada. Artikel yang dimuat pada Selasa 26 Juni 2018 itu berjudul "Kantor PDIP Banyumas Digeruduk Banser dan FPI".
 

[Cek Fakta] Foto FPI dan Banser Geruduk Kantor PDIP? Ini Faktanya

 

Dilansir Tirto.id, peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman.Kala itu, PDIP menduga terjadi politik uang terkait Pilkada Banyumas 2018 dengan modus selamatan pemberian nama bayi. Sejumlah orang yang hadir mendapatkan 'salam tempel'.
 
"Uang itu diduga dari istri salah satu calon Bupati Banyumas," tulis Tirto.id dalam laporannya, Selasa 26 Juni 2018.
 
Sementara itu, FPI dan Banser menilai tidak ada politik uang. Mereka meyakini pembagian 'salam tempel' kepada sejumlah orang yang hadir pada acara selamatan itu, merupakan tradisi di wilayah setempat.
 
"Intinya mereka mau klarifikasi karena itu [salam tempel] dianggap tradisi. Kenapa dibawa-bawa ke politik uang," kata Kapolres Banyumas saat itu, AKBP Bambang Yudhantara, seperti dilansir Tirto.id.
 
Bambang menjelaskan massa FPI dan Banser mulai meninggalkan kantor PDIP sekitar pukul 13.30 WIB. Pasalnya, pengurus PDIP setempat telah meminta maaf dan menarik laporannya tentang dugaan politik uang di panitia pengawas pemilu (Panwaslu).
 
"Bambang mengklaim permasalahan yang memicu penggerudukan itu sudah selesai dan tidak ada aksi kekerasan yang terjadi saat massa mendatangi kantor DPC PDIP Banyumas," tulis Tirto.id.
 

[Cek Fakta] Foto FPI dan Banser Geruduk Kantor PDIP? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa foto itu memperlihatkan FPI dan Banser menggeruduk kantor PDIP terkait isu komunisme, adalah salah. Faktanya, foto itu merupakan peristiwa lama dan tidak ada kaitannya dengan isu komunisme.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 

Referensi:
https://www.faktakini.net/2018/06/acara-tahlilan-dibubarkan-banser-fpi.html
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180626142940-20-309096/kantor-pdip-banyumas-digeruduk-banser-dan-fpi
https://tirto.id/digeruduk-fpi-dan-banser-pdip-banyumas-cabut-laporan-politik-uang-cM2b
 

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar