#humaniora#pgri#pendidikananak

Cegah Kekerasan di Sekolah, PGRI Lampung Arahkan Guru Pahami Tingkah Laku Siswa dalam Mendidik

Cegah Kekerasan di Sekolah, PGRI Lampung Arahkan Guru Pahami Tingkah Laku Siswa dalam Mendidik
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung ikut prihatin dengan adanya fenomena kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah dan dunia pendidikan. Pendidikan etika moral dan karakter harus lebih optimalkan diberikan dalam dunia pendidikan agar tidak terjadi stigma buruk dalam dunia pendidikan.

Ketua PGRI Provinsi Lampung, Wayan Satria Jaya turut prihatin dengan kejadian kekerasan yang terjadi di sekolah seperti kasus di Sulawesi Selatan yang siswa dan walimuridnya melakukan kriminalisasi kepada staf di SMPN 2 Galesong dan fenomena yang terjadi pada Nur Khalim (30) guru SMP PGRI Wringinanom, Gresik yangditantang anak didiknya sendiri beberapa waktu lalu. "Kita prihatin, PGRI sudah ada kerja sama dengan Polri untuk regulasi perlindungan guru," katanya kepada Lampost.co, Selasa (12/2/2019).

Dia mengatakan untuk memberikan pendidikan bukan hanya tugas guru disekolah namun, orang tua di rumah juga berperan penting untuk mengetahui karakter, kondisi dan tingkahlaku anak-anaknya. Ia juga mengatakan sekolah juga dituntut untuk aktif berkomunikasi dan interaktif kepada orang tua muridnya

"Di sekolah pasti ada anak pinter, anak pendiam dan anak aktif. Itulah tugas sekolah untuk memahami karakter siswa dan menyampakannya kepada orang tua siswa," katanya

Ia mengatakan untuk di Lampung belum ada dan jangan sampai ada persoalan kekerasan dalam dunia pendidikan. Ia mengatakan faktor lingkungan, ekonomi dan kondisi psikologispun ikut mempengaruhi kondisi guru dan siswa dalam dunia pendidikan. Pendidikan agama dan bimbingan konseling yang sudah ada harus dimaksimalkan.

"Bila ada siswa yang melakukan pelanggaran ada sanksi yang diberikan, teguran, skorsing atau keluarkan. Sebenernya guru ini takut kalau mau menegur keras karena ada KPAI, KOMNAS Anak dan sebagainya. Ketelatenan, kesabaran dan keuletan guru diperlukan dalam mendidik," katanya.

EDITOR

Triyadi Isworo

loading...


Berita Terkait



Komentar