#humaiora#harianak#ccc#childrencrisiscenter

CCC Gagas Sistem Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

CCC Gagas Sistem Perlindungan Anak Berbasis Komunitas
Foto: Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Peringatan hari anak yang dilakukan setiap 23 Juli sudah semestinya menjadi moment pengingat masyarakat akan pentingnya memenuhi hak-hak anak termasuk perlindungan.

Terkait hak perlindungan anak tersebut, lembaga perlidungan anak Children Crisis Center (CCC) Lampung bekerja sama dengan Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) Yogyakarta telah menggagas sistem Perlindungan Anak Berbasis Komunitas.

Manager Program Peduli CCC Lampung, Dewi Astri Sudirman menyebut, pentingnya keterlibatan peran masyarakat dalam menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak telah menginspirasi lahirnya Program yang kini dijalankan di dua lokasi eks lokalisasi di Bandar Lampung, yaitu daerah Way Lunik dan Panjang Selatan.

“Di dua komunitas ini, bersama masyarakat CCC membentuk Komite Pendidikan Masyarakat (KPM) sebagai wadah bersama untuk mencari jawaban dari persoalan-persoalan anak yang muncul dilingkungan tersebut dan menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap perkembangan lingkungan sosial anak,” ujar Dewi, Selasa (24/7/2018).

Program inklusi sosial yang di kembangkan di dua komunitas tersebut, menurut Dewi terbukti efektif mengurangi stigma negatif dan trauma berkepanjangan anak-anak korban kekerasan. Program tersebut juga telah mengilhami gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kota Bandar Lampung.

Tidak hanya sampai disini, CCC membentuk organisasi forum anak di tingkat Kelurahan sehingga mampu mengantarkan anak marginal terlibat aktif di Forum Anak Kota Bandarlampung, dan saat ini ada empat anak dari daerah intervensi CCC yang mengikuti temu anak se Indonesia pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 yang di selenggarakan  oleh Kementrian PPPA di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur.

“Saat ini empat anak  dari Komunitas Panjang Selatan dan Way Lunik mengikuti kegiatan Temu Anak Peduli yang di hadiri 164 anak dari 31 Kabupaten/Kota yang berasal dari kelompok-kelompok yang selama ini terabaikan. Mereka berbaur, berbagi pengalaman, dan bermain  bersama anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia,” pungkas Dewi.

EDITOR

Rudiyansyah

loading...

Berita Terkait

Komentar