#Covid-19#variandelta

Cara Terhindar dari Penularan Covid-19 Varian Delta

Cara Terhindar dari Penularan Covid-19 Varian Delta
Ilustrasi pemakaian double masker. Dok. RSUI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mutasi virus covid-19 telah melahirkan beberapa varian. Banyak penelitian yang menyebut varian Delta lebih mudah menular sebesar 60% dibandingkan jenis Alfa.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung, dr Aditya M. Biomed mengatakan, varian Delta lebih ganas karena beberapa mutasi pada protein yang memungkinkan virus mampu menembus dan menginfeksi sel sehat. Selain itu, seorang yang terinfeksi varian Delta dapat menyebarkan ke lima sampai delapan orang lainnya.

“Walaupun dikatakan lebih ganas, hindari rasa panik yang berlebihan karena bisa membuat keadaan tidak mampu berpikir jernih. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyebutkan, meski varian Delta lebih mudah menular, ada tindakan pencegahan yang bisa dilakukan,” kata Aditya, Jumat, 16 Juli 2021.  

Baca: Ini Ciri-ciri dan Gejala Terpapar Covid-19 Varian Delta

 

Dokter Aditya menyebut Delta bisa menular dengan beberapa cara, di antaranya dengan transmisi droplet (percikan). Untuk menghindarinya, sangat ditekankan dalam penggunaan masker rangkap dua lapis atau double masker.

“Kedua, transmisi udara (aerosol). Sangat disarankan menghindari pertemuan di ruangan tertutup. Lakukan kegiatan seperti rapat di ruangan terbuka dan tetap menggunakan masker. Ketiga, transmisi fomit, sangat ditekankan untuk pentingnya melakukan cuci tangan,” ujarnya.

Double masker, menurut dia, sangat efektif untuk mencegah penularan covid-19 varian Delta. Selain mencegah masuknya virus, penggunaan masker seperti itu juga bisa megurangi risiko keluarnya virus dari pasien OTG (Orang Tanpa Gejala). 

“Tapi sayangnya penggunaan double masker ini sangat terlambat disosialisasikan. Kalau dari awal sudah ada anjuran dua masker mungkin saat ini keadaan lebih baik,” kata dia.

Dilansir dari laman website Halodoc, sebua penelitian yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan, penggunaan masker dobel lebih efektif mencegah penularan virus corona. 

Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah, masker medis yang hanya digunakan satu helai cuma bisa memblokir 56,1% partikel dari percobaan batuk. Sementara itu, satu helai masker kain hanya bisa memblokir 51,4%. Namun, bila keduanya dikombinasikan dengan masker kain di atas masker medis, bisa menghalau hingga 85,4% partikel udara.

Meski penggunaan masker dobel direkomendasikan, perlu diketahui pula cara yang tepat dalam memakainya. Salah-salah, bukannya mendapatkan perlindungan ekstra, justru risiko penularan malah meningkat. 

Salah satu hal yang sering keliru adalah kombinasi masker yang digunakan. Gunakan kombinasi masker yang tepat, yaitu masker kain di atas masker bedah. Hindari kombinasi masker lainnya, terutama kombinasi dua masker bedah, serta masker KN95 atau N95 dengan masker jenis lain.

Selain itu, lakukan tes terlebih dahulu di rumah sebelum menggunakannya di tempat umum. Periksa hal-hal seperti;

- Pastikan masker kain di sisi paling luar membantu menekan masker medis di bagian dalam dekat dengan wajah. Untuk mengetesnya, lipat tangan di atas masker dan rasakan udara yang keluar dari tepi saat bernapas.
- Keleluasaan pernapasan perlu diperhatikan. Meski butuh usaha ekstra untuk bernapas, pastikan masker dobel yang kamu gunakan hanya membuat napas sedikit tidak membuat sulit bernapas.
- Pastikan masker yang kamu gunakan tidak menghalangi penglihatan.
- Evaluasi situasi sekitar. Bila kamu bisa menjaga jarak fisik yang cukup dari orang lain di luar rumah, satu masker dapat memberikan perlindungan yang baik. Namun, sebaiknya gunakan masker dobel jika sedang bepergian atau beraktivitas yang membuat kamu tidak bisa menjaga jarak fisik dengan orang lain.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait