#PENDIDIKAN

Cara Agar Tidak Stres dari Tugas Kuliah

Cara Agar Tidak Stres dari Tugas Kuliah
Ilustrasi belajar. DOK Freepik


Jakarta (Lampost.co) -- Masa sekolah berbeda jauh dengan masa kuliah, salah satunya soal tugas di perkuliahan. Tugas yang menumpuk kerap membuat mahasiswa stres. Apalagi, bila tak memiliki manajemen waktu.

Mahasiswa sangat perlu menerapkan manajemen waktu. Dosen Manajemen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Fandi Fatoni, mengatakan mahasiswa yang tidak memiliki manajemen waktu yang baik rentan stres dengan banyaknya tugas-tugas dari dosen. Terlebih bila mahasiswa kerja paruh waktu.

 “Tugas banyak dan pekerjaan banyak. Kalau tidak ditata dengan baik, semua akan keteteran dan hasilnya enggak maksimal, termasuk tugas. Ujung-ujungnya stres dan ini bisa berbahaya sebenarnya bagi kesehatan mental. Bukan hanya mahasiswa, dosen bisa stres kalau enggak punya manajemen waktu yang baik,” kata Fatoni dikutip dari laman unesa.ac.id, Kamis, 21 Desember 2022.

Fatoni menuturkan manajemen waktu ialah mengatur kegiatan sehari-hari yang diprioritaskan, ditunda, dan sebagainya. Dia menyebut mengatur aktivitas sesuai dengan kebutuhan sehingga terarah, target, dan harapan.

Lalu, bagaimana cara manajemen waktu? Fatoni membeberkan cara manajemen waktu:

1. Membuat rancangan kegiatan

Membuat list kegiatan yang akan dilakukan bisa menjadi langkah mudah memulai manajemen waktu. Dengan membuat list rancangan kegiatan, seseorang dapat mengatur jadwal kegiatan lebih fleksibel.

Meskipun terkadang kegiatan yang diprediksi dapat selesai sesuai target atau melenceng, tetap saja rancangan kegiatan bisa membuat aktivitas sehari-hari lebih terarah dan punya tujuan. Rancangan kegiatan ini bisa dilakukan pada malam hari sebelumnya atau bisa juga pada awal hari atau pagi sebelum memulai aktivitas.

2. Buat skala prioritas dan fokus

Setelah membuat list kegiatan, selanjutnya menyusun skala prioritas. Skala prioritas maksudnya menyusun kegiatan dari yang paling mendesak atau urgen diselesaikan sampai yang kurang mendesak alias bisa ditunda.

Misalnya, mahasiswa mempunyai tugas kuliah Manajemen yang harus dikumpulkan hari ini, maka menyelesaikan tugas harus menjadi prioritas. Kegiatan lain, seperti nongkrong dengan teman bisa ditunda dulu.

Selain itu, fokus juga penting sampai tugas atau kegiatan selesai sesuai harapan. Fatoni mengatakan sebaiknya tidak multitasking atau mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan. Selain bisa membuat pekerjaan molor, hasilnya biasanya tidak maksimal.

3. Setop menunda pekerjaan

Fatoni menyebut kebiasaan menunda pekerjaan memang terjadi pada banyak orang. Namun, bila terus dibiarkan, banyak hal terbengkalai. Karena itu, setelah menyusun kegiatan sehari-hari dan mempunyai skala prioritas, sebaiknya dikerjakan sesuai rencana atau sesuai timeline yang dibuat.

 “Kalau kita sudah menunda lima menit saja, itu sama halnya kita membiarkan kemalasan menguasai diri kita. Semakin kita menunda, semakin malas kita mengerjakannya. Pun memulainya semakin berat dan menjadi beban. Ini berlaku pada siapa saja dan di bidang apa saja,” tutur dia.

Dosen Manajemen dan Sumber Daya Manusia ini mengatakan membiasakan diri mengatur waktu dan beraktivitas sesuai rencana memang menantang. Karena itu, butuh pembiasaan atau latihan sehari-hari.

Manajemen waktu akan lebih efektif bila setiap malam mahasiswa mengevaluasi yang sudah dilakukan sepanjang hari dan melakukan perbaikan di hari berikutnya.

 “Ini tidak hanya membuat kita tepat waktu. Manfaatnya juga membuat pekerjaan kita tuntas sesuai harapan dan banyak waktu. Pun kita akan terbiasa menjadi pribadi yang selalu memperbaiki diri atau meningkatkan kualitas diri. Istilahnya hari ini lebih baik dari kemarin dan besok harus lebih baik dari hari ini,” jelas dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait