#pad#apbd

Capaian PAD Retribusi Pesisir Barat Jauh dari Target

Capaian PAD Retribusi Pesisir Barat Jauh dari Target
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Krui (Lampost.co) -- Capaian realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pesisir Barat masih jauh dari target. Sampai saat ini, realisasi PAD masih berada di angka 41,66% atau Rp857.407.975 dari total target sebesar Rp2.058.233.050.

Kasubid Retribusi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pesisir Barat, Isnaeni Aditia menyampaikan, sebanyak 11 OPD belum menghasilkan capaian PAD dari sektor retribusi.

"Realisasinya hingga saat ini masih ada yang nol rupiah," jelasnya, Minggu, 19 Desember 2021.

Baca: 28 Formasi CPNS Pesisir Barat Tak Terisi

 

Dia merinci capaian tersebut dari Dinas PUPR sebesar Rp125.500.000 dari target Rp480.000.000, lalu Dinas Koperindag realisasi Rp40.980.000 dari target Rp156.456.000.

"Kemudian Dinas Perhubungan realisasi dari retribusi parkir Rp800.000 dari target Rp33.343.200, sedangkan dari terminal realisasi Rp16.000.000 dari target Rp82.500.000," jelas Adit.

Realisasi di Dinas Pendidikan Rp18.450.000 dari target Rp14.000.000 (Melebihi target), Dinas Lingkungan Hidup realisasi Rp93.750.000 dari target Rp106.000.000, Sekretariat Daerah Rp10.800.000 dari target Rp12.600.000, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif realisasi dari retribusi penginapan Rp1.100.000 dari target Rp19.800.000, retribusi GSG Selalaw realisasi Rp23.300.000 dari target Rp22.500.000, retribusi tempat rekreasi dan olahraga realisasi Rp824.000 dari target Rp26.844.000.

"DPMPTSP realisasi Rp84.666.000 dari target Rp270.000.000 namun itu sebelum diberlakukan UU Cipta Kerja. Sehingga untuk sekarang masih harus menunggu perda yang terbaru untuk retribusi bangunan dan gedung," ungkapnya.

Untuk Diskominfo realisasinya hinga saat ini masih nol rupiah dari target Rp163.456.200 yang bersumber dari retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.

"Dinas Perikanan menunjukkan capaian maksimal melebihi target, yaitu Rp71.000.000 dari target Rp50.000.000. Sementara Dinas Kesehatan realisasinya Rp351.427.975 dari target Rp507.079.650," jelasnya.

Adit mengatakan realisasi PAD yang masih jauh dari maksimal ini kemungkinan disebabkan adanya pandemi covid-19 yang berdampak pada semua sektor, termasuk retribusi.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait