#stunting#pengantin

Calon Pengantin di Tiga Desa Natar Wajib Punya Sertifikat Sehat

Calon Pengantin di Tiga Desa Natar Wajib Punya Sertifikat Sehat
Simulasi saat calon pengantin tes kesehatan di Puskesmas Hajimena sebelum akad nikah. Febi Herumanika/Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Tiga Desa di Kecamatan Natar, Lampung Selatan mewajibkan calon pengantin yang hendak menikah memiliki sertifikat sehat. Ketiga desa itu yakni Hajimena, Pemanggilan, dan Sidosari.

Kepala Puskesmas Hajimena Nessi Yunita mengatakan, pasangan calon pengantin diimbau datang ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatan dan mendapatkan pemahaman soal kesehatan. Hal ini dilakukan demi menekan kasus bayi kekurangan gizi kronis atau stunting.

"Penanganan stunting ini memang harus sedini mungkin, untuk itu kami berinsiatif calon pengantin harus diberi pemahaman, dilakukan tes kesehatan supaya anak yang lahir tanpa cacat atau kekurangan gizi kronis. Dua calon pengantin harus datang semua," ujar Nessi.

Setelah diberi pemahaman dan dilakukan tes kesehatan terhadap calon pengantin pihak puskesmas akan mengeluarkan sertifikat yang nantinya akan dibawa ke Kantor Urusan Agama.

"Jadi sinergi dari desa saat calon pengantin mengurus keperluan menikah selanjutnya pihak desa menyarankan ke puskesmas untuk tes kesehatan. Kemudian ke KUA dengan membuka sertifikat," katanya.

Kades Hajimena, Suhaimi Abubakar mengatakan, dengan adanya tes kesehatan dan pemahaman soal kesehatan sejak dini tentu mereka sangat senang dan itu untuk kebaikan mereka sendiri.

"Kami dari desa mendukung calon pengantin diberi pembekalan di puskesmas untuk menuju Lampung Selatan bebas stunting, karena calon pengantin cerdas keluarga berkualitas," ujarnya.

Camat Natar Reny Eko Supriyanto mengatakan, acara seperti ini harus direalisasikan dengan baik jangan hanya serimoni karena hal ini sangat bagus.

"Harapan saya acara ini tidak hanya serimoni tetapi harus betul-betul jalan, itu lah fungsi lintas sektoral harus saling kordinasi. Kalo acara serimoni itu mudah tetapi kita harus betul-betul menjalankan apa yang menjadi komitmen kita," katanya.

Pertanyaan bagaimana dengan pengantin dari luar daerah apakah harus datang kedua duanya apa kah bisa, sekarang teknologi canggih bisa lewati video call (hadirkan secara virtual).

"Kalau dari daerah apa lagi desa yang sama wajibkan hadir karena untuk kebaikan semua, supaya kita bebas stunting, anak ini merupakan generasi penerus," ungkapnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait