#stunting

Calon Pengantin di Lamsel Wajib Periksa Kesehatan demi Cegah Stunting

Calon Pengantin di Lamsel Wajib Periksa Kesehatan demi Cegah <i>Stunting</i>
Kegiatan posyandu di desa-desa untuk menuntaskan kasus bayi kurang gizi kronis. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggenjot pencegahan kasus bayi kurang gizi kronis (stunting) di desa-desa melalui puskesmas di wilayah kerja masing-masing. 

kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Hajimena, Nessi Yunita menjelaskan, beberapa langkah yang dilakukan di antaranya melalui kegiatan posyandu, pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan balita, menurunkan tim langsung ke rumah warga, hingga imbauan pemeriksaan kesehatan bagi para calon pengantin.  

"Kami meningkatkan koordinasi dengan pemerintahan desa supaya setiap bayi bisa dilakukan pemeriksaan rutin di setiap bulannya," kata dia, Jumat, 13 Mei 2022. 

Baca: Penanganan Stunting Konsisten Siapkan Generasi Penerus Bangsa Tangguh

 

Menurut dia, persoalan stunting harus dicegah secara bersama-sama dan dilakukan sedini mungkin oleh semua pihak, termasuk pemerintahan desa. 

"Calon pengantin pun wajib periksa kesehatannya dan diberi pengarahan supaya paham soal kesehatan dengan harapan anak yang lahir tidak stunting atau cacat," katanya. 

Sementara itu, Kepala UPT Brantiraya, Rosa Resnida mengatakan, tim puskesmas dibantu kader posyandu rutin melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan balita di desa-desa.

"Kalau bayi sehat, sumber daya manusia kedepannya akan unggul. Generasi bangsa kita akan semakin baik, " kata Rosa. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait