Koronacoronaviruspilkada

Calon Kepala Daerah Diminta Jadi Contoh Baik Penerapan Protokol Kesehatan

( kata)
Calon Kepala Daerah Diminta Jadi Contoh Baik Penerapan Protokol Kesehatan
Pemerintah Provinsi Lampung melakukan rapat tekait antisisipasi penyebaran covid-19 pada pelaksanaan pilkada serentak di Ruang Abung, Posko Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Komplek Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 17 September 2020.


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Calon kepala daerah diharapkan memberi contoh yang baik dalam menerapkan protokol kesehatan Pilkada 2020. Hal itu terungkap dalam rapat terkait antisipasi penyebaran covid-19 pada pelaksanaan Pilkada serentak di 8 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung di Ruang Abung, Posko Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Komplek Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 17 September 2020.

Stakeholder terkait diminta untuk benar-benar memperhatikan dan mengedepankan keselamatan jiwa masyarakatnya dibandingkan dengan proses demokrasi lima tahunan sekali. Adanya covid-19 di Lampung juga merenggut nyawa Petahana Wakil Bupati Way Kanan, Edwart Anthony. Bahkan Bakal Calon Wakil Bupati Lampung Selatan, Antoni Imam juga terkonfirmasi positif covid-19 dan saat ini sedang melakukan isolasi mandiri.

Berdasarkan update situasi Provinsi Lampung covid-19 periode data 18 Maret - 17 September 2020 pukul 10.00 WIB ada kasus suspek ada 37 kasus dengan rincian 4 kasus baru dan 33 kasus lama. Kemudian 687 kasus konfirmasi dengan rincian 21 kasus baru dan 666 kasus lama. Untuk kematian 26 kasus konfirmasi dan 428 kasus konfirmasi selesai konfirmasi.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Irwan Sihar Marpaung meminta kepada pasangan calon kepala daerah untuk menaati protokol kesehatan. Ia mengatakan, kebanyakan petahana yang maju di Pilkada merupakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerahnya. Maka dari itu harus memberikan contoh baik kepada masyarakatnya.

"Kita ditegur oleh Menteri Dalam Negeri karena ketika pendaftaran calon kemarin banyak masa berkerumun. Kepala daerah harus menjadi contoh bagi masyarakatnya. Jangan menambah kasus covid-19. Jangan abaikan protokol kesehatan," kata Ketua Posko Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung.

Ada kekhawatiran dari masyarakat apabila Pilkada 2020 tetap lanjut berjalan di tengah pandemi akan berpotensi terjadinya klaster penularan covid-19. Menanggapi hal tersebut, Irwan mengatakan bahwa yang paling penting ialah kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Masalah penundaan pilkada, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat dan satuan tugas penanganan covid-19 pusat.

"Masalah penundaan pilkada, saya tidak bisa menjawab. Karena pusat yang mentukan. Satgas Covid-19 Pusat mendapatkan perkembangan covid-19 setiap daerah di Indonesia. Nanti merekalah yang memutuskan pilkada ditunda atau tidak," kata Mantan Komandan Korem 043/Garuda Hitam Lampung ini.

Kemudian ia mengatakan meskipun rekomendasi penundaan pilkada untuk pemerintag pusat sampai saat ini belum dilakukannya. Akan tetapi apapun yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung akan termonitor oleh Pemerintah Pusat. Apalagi zona warna hijau, kuning, orange bisa berubah-ubah setiap waktunya.

"Tentunya pusat yang memiliki kebijakan tentang kondisi saat sekarang ini. Tetapi saya sangat berharap kepada masyarakat Lampung untuk mematuhi protokol kesehatan. Kita berusaha mencegah, mengurangi dan meniadakan penularan covid-19 diwilayah kita ini," kata Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Provinsi Lampung.

EDITOR

Winarko

loading...


Berita Terkait



Komentar