cafe

Cafe Juara di Bandarrejo Ditutup Sementara

Cafe Juara di Bandarrejo Ditutup Sementara
Satpol PP Kecamatan Palas, Lampung Selatan bersama kepolisian saat menutup sementara Cafe Juara di Dusun Bandarrejo, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Selasa, 12 Januari 2021. (Dok)


Kalianda (Lampost.co) -- Pemerintah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, akhirnya menutup sementara Cafe Juara di Dusun Bandarrejo, Desa Sukaraja, Senin sore, 11 Januari 2021. Penutupan itu dilakukan karena adanya aduan masyarakat yang merasa keberatan adanya tempat hiburan tersebut. 

Berdasarkan pantauan Lampost.co, di depan Cafe Juara itu terpasang banner dengan tulisan "berdasarkan pengaduan masyarakat bahwa cafe juara meresahkan masyarakat dan mengganggu keamanan lingkungan warga masyarakat dengan ini tempat usaha cafe juara ditutup sementara". Kemudian ditandatangani langsung oleh Camat Palas Rika Wati, Kapolsek Palas Iptu M. Sariakip dan Danramil Palas Kapt. Inf. Imron Nata. 

Camat Palas Rika Wati mengatakan pihaknya bersama jajaran Polsek Palas, Koramil, dan Sat Pol-PP Kecamatan Palas telah menutup sementara Cafe Juara karena kerap menimbulkan kegaduhan sehingga menggangu masyarakat di lingkungan sekitar.

"Iya Cafe Juara ini sudah kami tutup sementara. Artinya tidak boleh beroperasi sementara ini. Pihak pengelola juga harus memperbaiki apa yang menjadi keluhan masyarakat sekitar, termasuk benahi perizinannya," kata dia, Selasa, 12 Januari 2021. 

Rika mengatakan cafe tersebut ditutup atas dasar keluhan masyarakat sekitar karena selama beroperasi tempat hiburan itu kerap menimbulkan persoalan yang membuat masyarakat sekitar resah. 

"Ya selama ini bisa dengar sendiri karena sudah sering terjadi kerusuhan, cekcok sesama pengunjung cafe. Belum lagi suara bising dari cafe yang beroperasi pada malam hari hingga mengganggu masyarakat sekitar," kata dia. 

Camat mengatakan, meski Cafe Juara tersebut sudah memiliki izin usaha yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS), namun, pihak pengelola juga harus berkoordinasi dengan Dinas Perizinan Lamsel dan Dinas Pariwisata Lamsel. 

"Memang sudah ada izin OSS yang diperoleh melalui online. Tapi, kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perizinan Lamsel seharusnya pihak pengelola juga meminta rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Dinas Perizinan Lamsel," kata dia. 

Sementara itu, pemilik Cafe Juara Subekti menyesalkan adanya penutupan tempat hiburan yang dikelolanya. Padahal, dia mengaku telah mengantongi izin usaha atas tempat hiburan tersebut. 

"Kami sudah ada izin usaha. Bahkan, kami sudah ada nomor induk berusaha (NIB). Kami juga sudah ke Dinas Perizinan dan orang Dinas Perizinan menyatakan sudah efektif. Penutupan ini seolah-olah paksaan," kata dia. 

Menurut Subekti, pihaknya akan menggandeng tim kuasa hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut ke jalur hukum. Bahkan, pihaknya akan melaporkan terkait dugaan adanya pelecehan seksual yang dilakukan oknum perangkat desa. 

"Kami akan hadirkan pengacara untuk menyelesaikan semua masalah ini. Termasuk adanya pelecehan seksual terhadap pemandu karaoke yang dilakukan salah satu oknum perangkat desa," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait