#minyakdunia

Cadangan Minyak Global Tersisa Kurang dari 2%

Cadangan Minyak Global Tersisa Kurang dari 2%
Ilustrasi kilang minyak Saudi Aramco. AFP


Davos (Lampost.co) -- Produsen minyak Saudi Aramco menyebut kapasitas cadangan minyak dunia saat ini kurang dari 2 persen. Sebagian besar perusahaan takut berinvestasi lantaran harus menghadapi tekanan dunia akan pengembangan energi hijau.


"Dunia berjalan dengan kapasitas cadangan kurang dari 2,0 persen. Sebelum pandemi, industri penerbangan mengonsumsi 2,5 juta barel per hari lebih banyak dari hari ini. Jika industri penerbangan menambah kecepatan, anda akan menghadapi masalah besar," kata CEO Saudi Aramco Amin Nasser, Selasa, 24 Mei 2022.

Baca juga: Krisis Energi Dongkrak Harga Minyak Dunia Dekati Level Tertinggi

Menurutnya, proses transisi energi mengganggu produksi minyak mentah di masa krisis. Di sisi lain, pembuat kebijakan dunia mengambil langkah yang dalam proses transisi sehingga mendorong penggunaan batu bara yang lebih besar di banyak negara Asia.

"Bagi pembuat kebijakan di negara-negara itu, prioritasnya adalah menyediakan makanan untuk rakyatnya. Jika batu bara dapat melakukannya setengah harga, mereka akan melakukannya dengan batu bara," terang dia. 

Meski demikian, Aramco tetap menambah investasinya di bahan bakar fosil maupun mengembangkan energi terbarukan. Saat ini, Arab Saudi hanya memproduksi 10,5 juta barel per hari, atau setiap sepersepuluh barel pasokan dunia. Peningkatan produksi bakal diupayakan menjadi 11 juta barel per hari pada akhir 2022.

"Jika kami bisa melakukannya (memperluas kapasitas) sebelum 2027 kami akan melakukannya. Ini yang kami katakan kepada pembuat kebijakan. Itu butuh waktu," pungkas dia.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait