#pencabulan#asusila#persidangan

Cabuli Cucu, Kakek di Tanjungkarang Pusat Didakwa Pasal Perlindungan Anak

( kata)
Cabuli Cucu, Kakek di Tanjungkarang Pusat Didakwa Pasal Perlindungan Anak
Ilustrasi: Foto: Dok/Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): KS (56) warga Jalan H. Agus Salim, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung didakwa melakukan tindak pidana pencabulan terhadap korban berinisial AI (9) yang merupakan cucunya pada sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu, 2 September 2020.

Jaksa Penuntut Umum, Pungkie Kusuma Hapsari, dalam surat dakwaannya mengatakan terdakwa dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Perbuatan tersebut, kata Jaksa, dilakukan terdakwa pada 6 April 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu terdakwa duduk di ruang tamu rumah korban. Tidak lama korban datang membawa buku gambar.

"Saat itu terdakwa memanggil korban dan langsung memeluknya sembari berkata cucu sayang udah gede ya, dan langsung menurunkan celana korban," kata Jaksa.

Terdakwa selanjutnya membuka celana yang dikenakan korban. Pada saat itu, terdakwa melakukan pencabulan. Usai melakukan perbuatan cabul, terdakwa memberi uang Rp7.000 kepada korban dan meminta agar korban tidak menceritakan perbuatan cabul itu kepada orang lain.

Bahwa dari hasil visum et repertum ditemukan luka robek baru pada selaput darah akibat kekerasan benda tumpul. Tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan lain pada anggota tubuh lain.

Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 Ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, Dahlan, selaku penasehat hukum dari Pos Bantuan Hukum PBH Peradi meminta Majelis Hakim yang menyidangkan perkara memberi putusan yang seadil-adilnya kepada terdakwa. "Pada intinya kami meminta putusan nanti yang seadil-adilnya," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar