#beritalampung#beritalamsel#bbm

Buruh Tani di Lampung Selatan Terkena Imbas Kenaikan Harga BBM

Buruh Tani di Lampung Selatan Terkena Imbas Kenaikan Harga BBM
Buruh angkut gabah di Lampung Selatan merasakan dampak kenaikan harga BBM. Mereka harus mengeluarkan modal lebih untuk membeli bahan bakar motor yang digunakan untuk mengangkut gabah. Lampost.co/Rustam Efendi


Kalianda (Lampost.co): Memasuki musim panen gadu tahun ini, sejumlah buruh tani di Lampung Selatan ikut merasakan dampak kenaikan harga BBM, terutama bagi para penjual jasa seperti pengguna mesin pemotong padi (combine harvester) dan buruh angkut padi.

Selain tingginya harga BBM, para buruh tani ini juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar jenis solar. Pasalnya, para buruh saat ini sudah tidak diperbolehkan membeli solar menggunakan jeriken.

"Sekarang sudah semakin sulit, selain harganya yang mahal pembelian solar juga sudah dibatasi oleh agen. Satu hari kami hanya diberi jatah 1 jeriken ukuran 30-35 liter saja, sementara mau membeli di pom menggunakan jeriken sekarang enggak bisa lagi," kata Tomy (23) penjual jasa pemotong padi di Desa Agom, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Menurutnya, sebelum kenaikan harga BBM lalu, dalam satu hari Tomy mampu menghabiskan solar dua hingga 3 jeriken untuk mesin pemotong padinya dan penghasilannya juga sesui dengan pendapatan.

"Dalam satu jeriken (30 liter) biasanya mesin mampu menggarap padi seluas 1 hektare dalam waktu setengah hari. Kalau sampai malam bisa habis 3 jeriken, tapi karena solar sudah di batasi kita tidak bisa lagi kerja lembur dan gak bisa kejar target lagi," katanya.

Hal yang sama dikatakan Agus Wahyono (45), buruh angkut gabah yang menggunakan sepeda motor. Sebelum kenaikan harga BBM biasanya ongkos angkut padi hanya 10.000 per karung, namun saat ini para tenaga angkut sudah menaikan harga menjadi 12.500 per karung.

"Sudah dua kali kenaikan BBM dan baru kali ini kita menaikan harga, karena kalau tidak dinaikkan kita akan rugi. Jauh dekat jarak, ya harga segitu," katanya.

Para buruh tani di Lampung Selatan berharap kenaikan harga BBM agar dapat distabilkan dengan harga gabah. Mengingat dampak dari kenaikan BBM sangat memengaruhi harga pupuk dan obat-obatan.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait