#upahminimum

Buruh Minta Upah Minimum Naik 13%

Buruh Minta Upah Minimum Naik 13%
Presiden Partai Buruh Said Iqbal. Foto: Medcom.id/Anggi Tondi Martaon


Jakarta (Lampost.co) -- Partai Buruh dan KSPI meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota sebesar 13 persen. Hal itu akan disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Kantor Menteri Ketenagakerjaan pada Jumat, 11 November 2022. 

Presiden Partai Buruh yang juga Presiden KSPI, Said Iqbal, mengatakan kenaikan UMK itu berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Inflasi Januari-Desember diperkirakan 6,5 persen. Ditambah pertumbuhan ekonomi, prediksi Litbang Partai Buruh 4,9 persen. Jika itu dijumlah, nilainya 11,4 persen. Kami tambahkan alfa untuk daya beli 1,6 persen. Sehingga kenaikan upah yang kami minta 13 persen," kata Said, dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 November 2022.

Selain soal UMK, buruh juga menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan Omnibus Law.

Berdasarkan fakta-fakta yang dimiliki Partai Buruh dan KSPI, dia menekankan tidak ada PHK terhadap 45 ribu garment dan tekstil yang disebut kalangan pengusaha. Termasuk, tidak benar ada PHK di sektor otomotif.

"Itu bohong, 70 persen perusahaan otomotif adalah anggota FSPMI dan kami melihat tidak ada PHK," katanya.

BACA JUGA: Menaker Pastikan Upah Minimum 2023 Lebih Tinggi dari 2022

Meski demikian, sebagai ILO Governing Body, Said Iqbal, juga mengatakan benar resesi melanda dunia. Namun, untuk Indonesia pertumbuhan ekonominya positif, sehingga bisa dikatakan tidak ada resesi.

"Eropa, Amerika, sebagian negara Asia dan Afrika ada yang negatif. Inggris mengalami lonjakan inflasi 10,1 persen. Jerman inflasinya meningkat. Tetapi ekonomi Indonesia justru tumbuh," ungkapnya. "Jangan takut-takuti rakyat," ucapnya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait