tulangbawang

Bupati Tulangbawang Winarti Resmikan Tiga Bangunan

Bupati Tulangbawang Winarti Resmikan Tiga Bangunan
Bupati Tulangbawang Winarti meresmikan tiga bangunan yang menjadi ikon daerah dan arena olahraga terbuka hijau. (dok)


MENGGALA (Lampost.co) -- Bupati Tulangbawang Winarti meresmikan tiga bangunan Landmark yang menjadi ikon daerah dan arena olahraga terbuka hijau yang berada di lingkungan perkantoran pemerintah daerah setempat.

Peresmian tiga bangunan yang menelan dana miliaran rupiah berasal dari APBD kabupaten setempat dilakukan secara virtual, di BMW Sport Center, Jalan Cemara, Komplek Perkantoran Pemda Tulangbawang, Rabu, 13 Januari 2021. 

Tiga bangunan megah yang diresmikan itu yakni hasil revitalisasi Tugu Garuda yang berada di jantung ibu kota Kabupaten Sai Bumi Nengah Nyappur tepatnya di depan Terminal Induk Menggala. 

Tugu Garuda mengalami rehabilitasi total lantaran termakan usia sejak pertama kali dibangun. Meski mengalami perombakan, bangunan utama berupa seekor burung garuda yang tengah mengepakkan sayap di udara sembari menggigit kunci di atas bangunan tetap dipertahankan.

Perbedaan yang terdapat pada bangunan baru ini, berada di bagian sisi kanan dan kiri berupa penambahan corak tapis lengkap dengan aksara Lampung yang terbuat dari tembaga dan kuningan.

Winarti menjelaskan, konsep revitalisasi Tugu Garuda dengan ketinggian 17 meter memiliki makna yang erat dengan masa kejayaan masyarakat Lampung. Pada abad ke 17 silam, Lampung sempat mengalami kejayaannya di bidang ekonomi.

Secara keseluruhan, konsep monumen Tugu Garuda dibagi menjadi tiga bagian utama sebagai interpretasi konsepsi kepala, badan, dan kaki, sekaligus representasi sila ke tiga yakni persatuan Indonesia.

Bagian atas atau kepala, lanjut dia, terbuat dari tembaga dengan finishing warna putih merupakan simbol dalam adat pepadun dan lambang negara serta lima buah balok yang disusun sebagai representasi Pancasila.

Bagian tengah atau badan berupa empat tiang merepresentasikan empat marga atau megow pak dengan masing-masing layar kapal melambangkan harapan untuk menjadi pusat perekonomian Lampung. Di layar juga tertuliskan nama empat marga dengan aksara Lampung. 

"Bagian bawah atau kaki merupakan taman yang berbentuk kapal sebagai penguat dari tugu," ujar dia.

Sedangkan Tugu BMW Simpang Penawar, lanjut dia, berbentuk lingkaran dengan diameter 18 meter dan tinggi menara BMW 14 meter serta terbuat dari bahan rangka hollo. Sementara penutup terbuat dari pelat stenlis dengan motif buah naga. 

Tugu ini, jelas dia, melingkar tepat di atas jalan nasional yang merupakan jalan utama jalur industri dan pusat perekonomian di bidang kelautan, pertanian, dan perkebunan masyarakat setempat.

Material bangunan yang terbuat dari stainless steel mengadopsi dari siger yang merupakan mahkota dan melambangkan keagungan. 

Bentuk lingkaran, lanjut dia, melambangkan satu kesatuan masyarakat Kabupaten Tulangbawang yang majemuk karena terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Meski penuh dengan keberagaman, masyarakat Tulangbawang tetap hidup tentram dan melalui gorong royong menuju kemakmuran.

"Sisik tugu mengadopsi dari konsep buah naga yang merupakan komoditas pertanian di Kecamatan Penawartama. Menara dengan simbol BMW di puncaknya menunjukan tujuan pemkab Tulangbwang untuk bersama-sama bergerak melayani warga," katanya.

Kemudian, lanjut Winarti, BMW Sport Center yang berada di Jalan Cemara Komplek Perkantoran Pemda Tulangbawang. Di lokasi itu, masyarakat dimanjakan dengan sarana olahraga terbuka hijau berupa area jogging track, panggung senam, dan tempat fitness out door. 

"Tujuan pembangunan diharapkan jadi objek wisata yang aman, nyaman, dan menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut Winarti, 25 program BMW yang diusungnya tidak lepas dari konsep pembangunan di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pemulihan ekonomi akibat dilanda wabah virus korona yang kini melemahkan pertumbuhan ekonomi. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait