Budayanughik

Bupati Tubaba Sebut Uluan Nughik Dijaga Makhluk Mitologi Lampung

( kata)
Bupati Tubaba Sebut <i>Uluan Nughik</i> Dijaga Makhluk Mitologi Lampung
Foto. Dok

PANARAGAN (Lampost.co) -- Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad, tidak lelah selalu mempromosikan konsep pembangunan daerahnya berbasis kebudayaan, dan ekologi kepada setiap tamu yang berkunjung ke Tubaba.

Promosi dilakukan baik saat menjamu tamu dari luar daerah maupun disetiap sambutan resminya sebagai kepala daerah. Menurutnya, pembangunan daerahnya mengusung filosofi yang dianut leluhur suku Lampung maupun suku lain, salah satuya, filosofi kehidupan yang dianut suku Baduy, Banten.

Umar Ahmad percaya penetapan kota budaya Uluan Nughik menjadi daerah di Kecamatan Tulangbawang Tengah karena ada Bunian. Bunian ini sebutan makhluk yang akan menjaga pepohonan, sumber-sumber air dan kelestarian alam di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.

"Makhluk ini kita namai Bunian yang akan menjaga kelestarian alam dan tutur-tutur. Ini nanti yang akan menjadi skema pembelajaran di sekolah-sekolah dasar dan menengah," kata Umar, Rabu, 16 September 2020.

Umar menjelaskan, mitologi orang Lampung tidak mengenal konsep Pandawa, melainkan konsep Kurawa. Menurutnya orang Lampung mengajarkan kebaikan dengan banyak menyebut bagi orang yang melakukan keburukan dengan istilah sosok makhluk yang menggambarkan sifat-sifat buruk manusia, seperti rakus, dan tamak.

Sebutan istilah sosok buruk yang ada pada masyarakat Lampung itu disebut, duguk, taun, dan isitilah cut bacut. Istilah itu terkadang menjadi bahasa latah orang Lampung untuk menyebut seseorang yang punya sifat buruk.

“Jadi kalau kita tidak mau disebut seperti itu, maka kita jangan berbuat buruk dan kita harus melakukan kebaikan. Jadi kalau orang Lampung berbuat baik ternyata sebutannya tidak ada. Kenapa, karena bagi orang Lampung berbuat baik kepada sesama manusia itu adalah kewajiban tidak perlu dihargai, dan juga enggak perlu diagung-agungkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Umar menuturkan, konsep mitologi masyarakat Nughik untuk menjaga kelestarian alam, pepohonan, sumber-sumber air, bantaran sungai yang pada intinya adalah bagaimana menjaga relasi hubungan antara manusia dengan alam.

"Karena ini berkaitan untuk sebuah kelestarian alam semesta. Jadi kota Uluan Nughik itu berarti, Uluan berarti atas, sedangkan Nughik adalah kehidupan. Artinya, kota yang menjadi awal kehidupan yang berbasis ekologi," urainya.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar