#Covid-19Lampung#Vaksin

Bupati Pringsewu Tak Divaksin karena Usia

Bupati Pringsewu Tak Divaksin karena Usia
Kapolres Pringsewu AKBP. Hamid Andri Soemantri saat di vaksinasi, di aula RSUD Pringsewu, Selasa 2 Februari 2021. Widodo


Pringsewu (Lampost.co) -- Kick off pencanangan vaksin Covid-19 perdana di Pringsewu dimulai hari ini, Selasa, 2 Februari 2021. Bupati Pringsewu Sujadi tidak masuk dalam daftar 10 orang pertama penerima vaksin di Pringsewu.

Ke-10 tokoh yang mengikuti vaksinasi, yakni Ketua DPRD Pringsewu Suherman, Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Sekkab Heri Iswahyudi, Wakil ketua Tim Penggerak PKK Rita Irviani Fauzi, Ketua MUI KH Hambali, Ketua PC  NU Taufiq Kurrohim, dan sejumlah tokoh agama.

Sujadi mengaku tidak bisa disuntik vaksin Covid-19 karena faktor usia.

"Per 2 Februari 2021, saya masuk usia 61 tahun kurang empat bulan," ungkap bupati.

Menurutnya ia berharap mengikuti vaksinasi, namun karena terbentur aturan yang tidak membolehkan maka terpaksa mengurungkan. "Jika nanti ada aturan yang sudah bisa membolehkan divaksin, saya berharap bisa ikut divaksinasi," tambahnya.

Kadis kesehatan Pringsewu Ullinoha mengatakan tujuan dilakukan vaksin adalah untuk membentuk kekebalan tubuh, meskipun vaksinasi tidak otomatis membuat tubuh kebal terhadap virus.

Menurutnya pelaksanaan vaksinasi tahap awal disiapkan 4.200 dosis dan tahap selanjutkan akan dikirim lagi sesuai instruksi provinsi.

Vaksinasi Covid dilakukan selama dua kali dengan interval waktu selama 14 hari dari penyuntikan pertama.

"Vaksinasi tahap awal akan diikutkan untuk tenaga kesehatan lanjutkan di 13 puskesmas," tambahnya.

Sementara itu Ketua DPRD Pringsewu Suherman batal divaksinasi karena ada penyakit penyerta yaitu gula darah. Saat dilakukan pemeriksaan, gula darah Suherman mencapai 304.

Kemudian Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri yang sukses divaksin menyatakan tidak merasakan apa apa dan tidak sakit. Bahkan Kapolres menghimbau kepada masyarakat mensukseskan vaksinasi.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait