#bupatilamtim#beritalampung

Bupati Lamtim Terbitkan Instruksi Baru Pengendalian Covid-19

Bupati Lamtim Terbitkan Instruksi Baru Pengendalian Covid-19
Protokol kesehatan covid-19. Ilustrasi


Sukadana (Lampost.co) -- Bupati Lampung Timur (Lamtim), M. Dawam Rahardjo menerbitkan instruksi baru terkait upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Bupati Lamtim No.360/71.a/31.SK/III/2021, 3 Maret 2021 tentang pembatasan kegiatan masyarakat dalam upaya pengendalian penyebaran covid 19 di Lamtim.

Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamtim, Mashur Sampurna Jaya, menjelaskan instruksi terbaru Bupati Lamtim itu sebagai tindak lanjut dari hasil rapat terbatas mengenai percepatan penanganan Covid-19.

Pada rapat terbatas tersebut, Bupati Lamtim menegaskan agar kebijakan percepatan penanganan covid-19 di Lamtim dievaluasi secara periodik dan disesuaikan dengan kondisi terkini.

“Hasil evaluasi yang dilakukan Bupati, Forkopimda dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, terbitlah instruksi terbaru itu,” kata Mashur.

Dalam instruksinya, kegiatan keagamaan atau pelaksanaan ibadah agama, dilakukan pembatasan yang disesuaikan dengan kapasitas ruangan dan harus menerapkan protokol kesehatan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas) secara ketat.

Hal itu juga berlaku bagi kegiatan sosial budaya dan kemasyarakatan termasuk acara akad nikah dan khitanan, pesta dan hajatan.

Sementara bagi kegiatan di pusat perbelanjaan, toko, rumah makan, restoran, kafe dan warung tenda, dibatasi hingga pukul 20.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan 5M secara ketat.

Sementara untuk destinasi wisata dan tempat hiburan diperbolehkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan 5M secar ketat dan pembatasan pengunjung sesuai kapasitas tempat. 

“Khusus warga luar daerah masih tetap wajib menunjukan surat hasil rapid test antigen. Penerapan protokol kesehatan 5M itu juga wajib dilakukan di seluruh pasar baik pasar daerah maupun pasar desa," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait