#UMKM#Perizinan#Lamtim

Bupati Lamtim Minta Permudah Urusan Perizinan UMKM 

Bupati Lamtim Minta Permudah Urusan Perizinan UMKM 
Penyerahan sertifikat bagi UMKM oleh Bupati Lamtim M. Dawam Raharjo, Rabu, 22 September 2021. (Foto:Humas Pemkab Lamtim) 



Sukadana (Lampost.co)-- Bupati Lamtim, M. Dawam Rahardjo, kecewa dengan lambatnya pelayanan perizinan kepada UMKM.
Kekecewaan Dawam tersebut disampaikannya pada acara penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku UMKM dan IRTP yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UMKM setempat, di aula rumah Dinas Bupati di Sukadana, Rabu, 22 September 2021.

Dalam acara itu, Bupati Lamtim akan membagikan sertifikat penyuluhan keamanan pangan dan Dinas Kesehatan dan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP).  Namun saat akan dibagikan ternyata hanya sertifikat penyuluhan keamanan pangan yang sudah selesai. Sementara sertifikat produksi pangan industri rumah tangga satupun belum ada.

Mengetahui hal itu Dawam kecewa dan sempat menegur Kepala Dinas Koperasi UMKM Budiyul Hartono dan Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Yusuf HR.

Kepada keduanya Dawam mengingatkan, bahwa pelayanan kepada masyarakat termasuk UMKM harus lebih cepat dan mudah. Karena itu dalam pelaksanaannya harus dikontrol dan diawasi serta saling koordinasi, agar tidak terjadi mis komunikasi dan keterlambatan.

Apalagi pelayanan prima kepada masyarakat adalah hal yang paling utama bagi Pemkab Lamtim.
"Ingat pelayanan prima, mudah dan cepat bagi masyarakat atau UMKM harus diutamakan. Saya tidak mau hal seperti ini ini terjadi lagi," tegas Dawam.

Menurut dia, semestinya dalam penerbitan sertifikat itu sudah disiapkan sejak awal, saling kontrol dan koordinasi.
"Saya ingatkan kembali, dalam pengurusan perizinan seperti ini harus selesai dalam sehari. Tidak boleh lagi ada kata terlambat. Karena pelayanan harus prima, mudah dan cepat. Ini bukan urusan pribadi, ini urusan untuk kepentingan masyarakat jadi harus diutamakan," kata Dawam. 

Sementara karena terjadi keterlambatan maka untuk sertifikat produksi pangan industri rumah tangga hanya empat lembar yang dibagikan. Seharusnya sertifikat penyuluhan keamanan pangan dan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga tersebut dibagikan satu paket kepada 90 pelaku UMKM yang hadir. 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait