#minyakgoreng#hargapangan

BUMN Dinilai Berperan Atasi Persoalan Minyak Goreng

BUMN Dinilai Berperan Atasi Persoalan Minyak Goreng
Ilustrasi label harga minyak goreng di minimarket. Dok Medcom


Jakarta (Lampost.co) -- Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai cukup signifikan dalam menyelesaikan persoalan industri, terutama yang menyangkut pengelolaan sumber daya alam dan kepentingan publik. Dalam hal ini berkaitan dengan permasalahan minyak goreng.
 
Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan, Pemerintah membutuhkan formula pasti dan sistematis untuk menyelesaikan kenaikan harga minyak goreng, terutama minyak goreng curah untuk rakyat. Alasannya, ancaman kenaikan harga dan kelangkaan produk sangat berpotensi terjadi lagi ke depan, jika perdagangan diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
 
"Indonesia memiliki BUMN yang dapat mengatasi masalah mulai dari hulu hingga distribusi minyak goreng. BUMN bisa bertindak lebih. Perlu ada solusi dari BUMN untuk mengatasi masalah minyak goreng ini," jelas Gunawan, dikutip Sabtu, 25 Juni 2022.

Gunawan menjelaskan, selain sebagai perusahaan yang berorientasi bisnis, BUMN harus dapat menyediakan barang dan jasa ekonomis bagi masyarakat, serta mengelola sumber daya alam. Gejolak harga minyak goreng saat ini dan potensinya di masa mendatang, merupakan salah satu momentum bagi BUMN untuk aktif membantu Pemerintah dalam menata kebijakan perekonomian.
 
Dia menuturkan, sejak dijabat oleh Menteri BUMN Erick Thohir, BUMN telah berhasil mengatasi berbagai masalah baik ditingkat korporasi, maupun mencegah dampak negatifnya terhadap industri.
 
Pemerintah menargetkan harga eceran tertinggi minyak goreng curah di level Rp14 ribu per liter, tetapi harga minyak goreng yang dijual di pasar tradisional rata-rata dikisaran Rp18.500 hingga Rp19.500 per liter. Kenaikan harga ini, telah memangkas pendapatan pelaku industri mikro dan menggerus daya beli rumah tangga kalangan bawah.
 
Gunawan memaparkan, BUMN sebelumnya sudah menyelesaikan kasus-kasus cukup besar dan mampu mendukung stabilitas ekonomi. Dalam permasalahan minyak goreng, peran BUMN sangat dibutuhkan.

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Bandar Lampung Masih di Atas HET
 
Dia mencontohkan masalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang selama ini merugi telah melakukan perbaikan strategi bisnis secara-besar-besaran, termasuk Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diyakini akan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. Perbaikan kinerja keuangan disusul dengan perbaikan layanan yang diterima masyarakat, serta mendorong pertumbuhan industri penerbangan Indonesia.
 
Selain itu, gebrakan perbaikan standardisasi operasional dan komersial menjadi salah satu fokus inisiatif strategis BUMN PT Pelindo (Persero) setelah merger pada Oktober 2021 lalu juga sangat signifikan mengurangi biaya logistik di Indonesia yang saat ini masih di sekitar 23 persen terhadap PDB berdasarkan data Bank Dunia.
 
PTPN Group yang dalam belasan tahun terakhir menderita rugi, akhirnya mencetak rekor keuntungan pada 2021. Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berhasil membukukan laba bersih Rp4,6 triliun atau naik 508 persen di 2021.
 
Perbaikan kinerja diperoleh setelah perusahaan melakukan transformasi bisnis sejak 2020. Perbaikan keuangan PTPN Group diyakini akan mampu mendukung pengembangan industri tanaman perkebunan, seperti sawit, gula, karet, teh dan sejumlah tanaman lain, serta berdampak positif bagi perekonomian nasional.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait